JAKARTA, Denting.id – Komedian Dicky Difie mengungkapkan kekesalannya setelah menerima sejumlah komentar bernada kasar dan hinaan di media sosial. Ia mengaku tidak lagi menganggap remeh komentar tersebut karena jumlahnya semakin banyak.
Dicky menyampaikan hal itu melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada 24 September 2026. Komedian berusia 40 tahun itu menyebut dirinya mendapat berbagai komentar yang dinilai melecehkan, termasuk makian hingga gestur meludah.
Menurut Dicky, pada awalnya ia memilih untuk tidak menanggapi komentar-komentar tersebut. Namun, setelah dibiarkan, komentar bernada kebencian justru semakin banyak.
“Aku yakin dan aku jamin teman-teman yang kirim DM seperti itu akan bertemu aku di pengadilan. Pasti! Aku yakinkan 100 persen!” ujar Dicky, dikutip dari akun Instagram @dicky_difie, Sabtu (26/9/2026).
Dicky juga mengatakan telah melakukan penelusuran digital untuk mengetahui identitas sejumlah akun yang disebutnya memberikan komentar kasar kepadanya.
“Kasih aku waktu tiga hari buat ngetracing keluarga kamu di mana ya. Aku sudah dapat identitas kalian dan sebagian besar dari daerah. Haters yang komen jahat ini jarang yang dari Jakarta,” ujarnya.
Ia menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap komentar yang dianggap sudah melewati batas. Dicky menyebut langkah penelusuran tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk menempuh jalur hukum.
Dalam video tersebut, Dicky juga menyoroti sejumlah pengguna media sosial yang menurutnya menampilkan citra santun melalui akun pribadi, tetapi justru melontarkan komentar bernada kasar dan merendahkan orang lain.
“Yang ngatain aku m*nyet atau sekadar ngeludah, kalian pasti aku tracing. Aku pastikan kita akan bertemu di pengadilan ya,” tutur Dicky.
Meski demikian, Dicky belum menjelaskan secara rinci langkah hukum yang akan ditempuh maupun identitas akun yang dimaksud. Ia juga belum menyampaikan apakah laporan resmi telah dibuat kepada aparat penegak hukum.
Pernyataan tersebut disampaikan Dicky setelah komentar bernada kebencian yang diterimanya di media sosial disebut semakin banyak dan tidak terkendali.

