BOGOR, Denting.id – Pembangunan trase baru Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita, Kota Bogor, Jawa Barat, telah mencapai 84 persen. Jalur pengganti akses yang terdampak longsor pada awal 2026 itu ditargetkan resmi dibuka untuk masyarakat pada 1 November 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, sebelum dibuka, jalur tersebut akan menjalani uji coba untuk memastikan kesiapan konstruksi dan keamanan pengguna jalan. Pemerintah juga akan melengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari rambu lalu lintas, marka jalan, hingga penerangan jalan umum (PJU).
“Setelah itu tentu akan ada uji coba, termasuk melengkapi rambu dan marka serta PJU. Jadi, kita harapkan pada 1 November secara resmi bisa dibuka untuk masyarakat,” kata Dedie.
Sementara itu, Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, menjelaskan bahwa progres pembangunan meningkat lima persen dibandingkan capaian pada Rabu (7/10/2026) yang masih berada di angka 79 persen.
“Untuk progres Batutulis saat ini sudah mencapai 84 persen. Dari hari Rabu kemarin 79 persen, sudah ada kenaikan sebesar lima persen,” ujar Andi.
Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi di Kota Bogor menjadi salah satu kendala utama dalam pengerjaan proyek. Aktivitas konstruksi harus dihentikan sementara ketika hujan turun demi menjaga kelancaran dan keselamatan pekerjaan.
Untuk mengejar target penyelesaian, pihaknya menyesuaikan waktu pengerjaan dengan menambah jam kerja hingga malam hari.
“Kendalanya mungkin musim hujan. Kita harus kejar-kejaran sama hujan. Kalau hujan kita berhenti, kemudian menambah waktu pekerjaan sampai tengah malam,” katanya.
DPRD Dorong Akses Segera Dibuka
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil berharap pembangunan trase baru Batutulis dapat diselesaikan sesuai target agar masyarakat segera kembali memiliki akses yang memadai setelah longsor mengganggu mobilitas warga pada awal 2026.
Harapan tersebut disampaikan Adityawarman saat meninjau pembangunan jalur bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Jumat (9/10/2026).
“Harapannya, akses trase baru Batutulis ini segera bisa digunakan oleh masyarakat karena memang sudah ditunggu-tunggu,” kata Adityawarman.
Selama jalur baru belum beroperasi, masyarakat masih harus menggunakan jalan alternatif di sekitar Lawang Gintung menuju Cipaku maupun arah sebaliknya.
Adityawarman berharap keberadaan trase baru tersebut dapat memperlancar arus lalu lintas sekaligus memulihkan mobilitas warga yang terdampak perubahan akses akibat longsor.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 84 persen, pemerintah menargetkan trase baru Batutulis dapat segera difungsikan setelah proses konstruksi, uji coba, dan kelengkapan fasilitas keselamatan rampung.
Editor : Linna Susanti

