BOGOR, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkuat dukungan terhadap tenaga pendidik anak usia dini melalui program kesejahteraan dan perlindungan bagi 1.189 guru PAUD serta pemberian beasiswa kuliah kepada 60 guru di Universitas Terbuka.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru PAUD agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak sejak usia dini.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Pendidikan Anak Usia Dini (Rakor PAUD) Kota Bogor Tahun 2026 di Hotel Rizen Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (13/10/2026).
Selain meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Pemkot Bogor juga menerima bantuan pemerintah pusat untuk merevitalisasi 34 bangunan sekolah. Sebanyak 13 bangunan di antaranya merupakan taman kanak-kanak (TK).
Herry mengatakan, Pemkot Bogor juga berkomitmen mendukung pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
“Kami berkomitmen untuk menyosialisasikan dan menegaskan kembali program wajib belajar 13 tahun yang satu tahun di antaranya adalah pendidikan prasekolah, di mana PAUD sangat berperan untuk menyukseskan program wajar,” katanya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, mengapresiasi para guru dan komite PAUD yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Menurut Yantie, pendidikan prasekolah memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak. Karena itu, layanan PAUD harus mengutamakan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung perkembangan karakter, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi anak.
“Pilihlah PAUD yang berkualitas, yaitu PAUD yang membuat anak senang, bahagia, berani, mandiri, dan senang belajar, bukan hanya mengedepankan akademis,” ujar Yantie.
Ia menegaskan, kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya tidak cukup diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Kemampuan bergaul, mendengarkan, bertanya, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri juga menjadi bagian penting dalam perkembangan anak.
Yantie juga menyoroti pentingnya pendampingan selama masa transisi dari PAUD ke sekolah dasar. Menurutnya, orang tua, pendidik, dan pihak sekolah perlu bekerja sama agar anak dapat menjalani pengalaman awal bersekolah dengan nyaman dan menyenangkan.
Selain itu, komite PAUD diharapkan menjadi penghubung antara keluarga dan sekolah. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan tanpa tertinggal atau putus sekolah.
Dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital, Yantie turut mengingatkan orang tua agar memperhatikan penggunaan gawai pada anak usia dini. Pembatasan waktu penggunaan perangkat digital perlu disertai pendampingan agar aktivitas tersebut tidak mengganggu tumbuh kembang anak.
Ia mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam setiap tahap perkembangan anak, terutama selama masa emas pertumbuhan yang tidak dapat diulang.
Melalui program kesejahteraan guru, beasiswa pendidikan, dan revitalisasi bangunan sekolah, Pemkot Bogor berharap kualitas layanan PAUD semakin meningkat. Dukungan tersebut juga diharapkan memperkuat kesiapan anak dalam menempuh pendidikan pada jenjang berikutnya.
Editor : Linna Susanti
