BEKASI, Denting.id – Pria berinisial MR (33) yang diduga melompat ke aliran Kalimalang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian selama dua hari. Jenazah korban ditemukan mengapung sekitar dua kilometer dari titik awal ia diduga menceburkan diri.
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, MR dilaporkan menceburkan diri ke aliran Kalimalang. Informasi kejadian tersebut kemudian diterima petugas SAR yang langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Dantim Basarnas Bobby Yoenatra Putra mengatakan, korban diduga mengalami gangguan mental sebelum menceburkan diri ke sungai. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan yang disampaikan dalam laporan awal.
“Korban diduga mengalami gangguan mental menceburkan diri ke aliran Kalimalang. Setelah menerima informasi kejadian, personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan segera melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian,” kata Bobby.
Pencarian Dibagi Menjadi Tiga Tim
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu dan jalur darat. Personel dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.
SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, sedangkan SRU kedua menggunakan perahu rafting. Kedua tim menyisir aliran sungai masing-masing sejauh 200 meter dari titik awal kejadian.
Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan jangkauan penyisiran hingga satu kilometer dari lokasi.
Pencarian berlanjut hingga Jumat (16/10/2026). Puluhan personel gabungan dikerahkan untuk menemukan keberadaan korban.
Korban Ditemukan Mengapung Sejauh 2 Kilometer
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Jumat sekitar pukul 13.15 WIB. Tim SAR menemukan MR dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya ditemukan mengapung sekitar dua kilometer dari titik awal korban diduga melompat.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengatakan, proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas dan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya.
“Korban sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari Basarnas dan personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya,” ujar Henik, Jumat (16/10/2026).
Setelah ditemukan, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarganya.
“Saat ini jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk selanjutnya nanti diserahkan kepada keluarga korban,” imbuhnya.
Henik juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi dalam operasi pencarian dan pertolongan, terutama di wilayah perairan. Ia mengingatkan personel untuk memastikan keamanan peralatan dan mengutamakan keselamatan selama bertugas.
Editor : Linna Susanti

