Api Membakar Lereng Gunung Dulang Sukabumi, Medan Terjal Hambat Pemadaman

 

SUKABUMI, Denting.id – Kebakaran hutan melanda lereng Gunung Dulang di Kampung Cisaat, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) malam. Medan perbukitan yang terjal dan sulit dijangkau menjadi kendala bagi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi untuk melakukan pemadaman secara langsung.

Petugas Damkar menerima laporan kebakaran pada pukul 21.32 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.57 WIB. Namun, titik api berada di kawasan tebing yang sulit diakses sehingga petugas memprioritaskan pemantauan serta penjagaan di sekitar permukiman warga.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Damkar Kabupaten Sukabumi, Erwin, mengatakan lokasi kebakaran berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga terdekat.

“Kita tim Damkar hanya melaksanakan pemantauan dan penjagaan manakala takutnya apinya turun ke daerah permukiman. Kondisi titik api jauh di atas tebing, jadi daerahnya enggak bisa dijangkau oleh orang juga,” kata Erwin dalam keterangannya.

Medan Terjal Jadi Kendala

Erwin menjelaskan, kondisi geografis di lokasi kebakaran membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. Karena itu, personel Damkar disiagakan di sekitar permukiman untuk mengantisipasi kemungkinan kobaran api meluas ke arah rumah warga.

Meski jarak kebakaran dengan permukiman relatif jauh, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Erwin mengatakan personel juga akan memeriksa kembali kondisi titik api untuk memastikan apakah kebakaran sudah benar-benar padam atau masih berpotensi meluas.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran hutan di lereng Gunung Dulang masih dalam pendalaman. Erwin menyebut aktivitas manusia yang melibatkan penggunaan api di kawasan hutan menjadi salah satu kemungkinan pemicu kebakaran.

Ia mencontohkan penggunaan api untuk mengasapi sarang lebah saat mengambil madu. Apabila sisa pembakaran tidak dipastikan padam, bara api dapat menyulut vegetasi kering dan memicu kebakaran.

Percikan api dari aktivitas manusia juga berpotensi memicu kebakaran, terutama jika didukung kondisi angin yang menyebabkan api cepat merambat.

Erwin mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan dan menghindari penggunaan api yang dapat memicu kebakaran.

Petugas Damkar Kabupaten Sukabumi masih bersiaga di sekitar lokasi untuk memantau kondisi kebakaran serta mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke permukiman warga.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai