Jakarta, Denting.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah target ketahanan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mengerahkan tujuh kapal pengangkut BBM guna memperkuat distribusi ke Pulau Dewata.
Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan armada mobil tangki serta pengoperasian puluhan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam.
“Kuota yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari. Jadi bukan mengurangi, menambah,” kata Bahlil dalam siaran pers yang dikutip pada Selasa (20/10/2026).
Bahlil sekaligus membantah informasi yang menyebut pemerintah memangkas kuota BBM untuk Bali. Menurutnya, target 15 hari merupakan arahan untuk meningkatkan ketahanan cadangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia menjelaskan, persediaan BBM di Bali sempat turun hingga hanya mampu memenuhi kebutuhan selama tiga sampai empat hari akibat keterlambatan kedatangan kapal dari Jawa. Namun, posisi persediaan rata-rata kini telah kembali mencapai sekitar 11–12 hari.
Tambahan pasokan dijadwalkan masuk melalui Fuel Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis. Penguatan armada kapal dilakukan untuk menjaga kesinambungan pengiriman sekaligus memulihkan pelayanan di SPBU.
Di tingkat distribusi, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 3 juta liter BBM per hari ke Bali. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan konsumsi normal Pertalite yang diperkirakan mencapai 2,2 juta liter per hari.
Pemerintah juga memperpanjang jam pelayanan melalui 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung yang beroperasi selama 24 jam. Selain itu, distribusi BBM diperkuat dengan penambahan 16 mobil tangki dan dukungan 100 personel TNI.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali menerapkan pengaturan pembelian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap sejak Sabtu (17/10/2026). Kebijakan tersebut diperpanjang hingga Jumat (23/10/2026) setelah dinilai membantu mengurai antrean di SPBU.
Gangguan pelayanan BBM di Bali sebelumnya dipicu peningkatan pembelian masyarakat, gelombang tinggi, serta kendala bongkar muat kapal tanker sejak pekan sebelumnya.
Bahlil menegaskan, ketahanan cadangan dalam hitungan hari tidak berarti persediaan akan habis setelah melewati periode tersebut. Pasokan BBM terus diperbarui melalui pengiriman secara berkala.
“Bukan berarti 15 hari itu habis, enggak. Dia bergulir terus, datang terus,” ujarnya.
Baca juga: Menteri Kehutanan Tinggalkan Sampit, Peninjauan Karhutla Kotim Belum Terlaksana
Pemerintah berharap penambahan cadangan, penguatan armada pengangkut, dan optimalisasi distribusi dapat menjaga ketersediaan BBM di Bali serta mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.
Editor: Linna Susanti

