BOGOR, Denting.id – Keterbatasan modal dan tempat produksi sederhana tak menyurutkan langkah Urip dalam membangun bisnis sandal wanita. Berawal dari modal Rp4 juta, pemilik Bellissimo Gallery di Ciomas, Kabupaten Bogor, itu kini mampu meraup omzet puluhan juta rupiah dengan kapasitas produksi mencapai 800 pasang sandal per bulan.
Di tengah ruang produksi yang sederhana, proses pembuatan sandal Bellissimo Gallery terus berjalan. Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengerjakan setiap tahapan produksi, mulai dari mengolah bahan hingga merapikan sandal sebelum dipasarkan.
Dari tempat sederhana itulah, Urip perlahan membangun usaha yang kini menjangkau konsumen dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua dan Kalimantan.
Perjalanan bisnisnya bermula saat pandemi Covid-19. Kala itu, saudaranya mengalami pembatalan pesanan pre-order (PO) sandal dalam jumlah besar. Urip kemudian membantu menjual stok yang menumpuk tersebut.
Pengalaman itu membuka pandangannya terhadap peluang bisnis alas kaki. Ia melihat potensi pasar sandal yang cukup besar hingga akhirnya memutuskan untuk menekuni usaha tersebut dan membangun merek sendiri.
Dengan modal awal Rp4 juta, Urip merintis Bellissimo Gallery secara bertahap. Ia tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga berupaya membangun identitas merek agar produknya memiliki daya saing di tengah persaingan pasar.
Berawal dari Bengkel Sederhana, Produksi Capai 800 Pasang
Urip memilih fokus pada sandal wanita sebagai segmen utama bisnisnya. Keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan pemasaran dan potensi pasar yang dinilainya menjanjikan.
“Kita di target market-nya khusus sandal wanita. Karena saya basic-nya marketing, saya berpikir kalau wanita itu pemegang saham terkuat di rumah tangga, jadi target market tuh harus ibu-ibu yang memang leluasa ketika mau belanja,” ujar Urip kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Nama Bellissimo sendiri diambil dari bahasa Italia yang berarti cantik. Produk sandal yang ditawarkan dibanderol mulai Rp100 ribuan, dengan harga menyesuaikan tingkat kesulitan produksi dan penggunaan aksesori tambahan.
Dalam mengembangkan usahanya, Urip memanfaatkan platform perdagangan elektronik untuk memperluas jangkauan pemasaran. Ia bergabung dengan Shopee sejak 2019 dan semakin serius mengoptimalkan berbagai program serta fitur penjualan dalam setahun terakhir.
Strategi tersebut turut mendorong perkembangan usahanya. Bellissimo Gallery kini mencatat omzet puluhan juta rupiah, dengan penjualan rata-rata ratusan pasang sandal setiap bulan.
Kapasitas produksinya mencapai 600 hingga 800 pasang per bulan. Usaha yang dirintis dari modal terbatas itu juga telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Urip membangun bisnis secara bertahap, dari membantu menjual produk hingga memiliki merek sendiri yang terus dikembangkan.
Pasarkan Produk dari Ciomas hingga Papua
Salah satu tantangan dalam mengembangkan bisnis sandal adalah membangun kepercayaan konsumen, terutama dalam transaksi daring. Urip menyadari bahwa pembeli kini semakin cermat dalam memilih produk dan penjual.
Menurutnya, kehadiran platform perdagangan elektronik membantu mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen dari berbagai wilayah. Fasilitas transaksi, sistem penilaian toko, ulasan pembeli, serta mekanisme pengembalian barang turut menjadi pertimbangan konsumen dalam berbelanja.
“Jadi kebantu banget karena target market-nya luas. Saya jualan di Bogor bisa ada yang beli orang Papua, Kalimantan. Kalau enggak ada pihak ketiga atau e-commerce atau Shopee ini, mana mungkin orang percaya dan bisa ngorder langsung ke Ciomas ke sini,” ungkapnya.
Bagi Urip, platform digital bukan sekadar tempat berjualan, melainkan sarana untuk membangun kepercayaan sekaligus memperluas pasar tanpa harus membuka toko fisik di berbagai daerah.
Ia juga menilai sistem penilaian dan ulasan toko membantu calon pembeli mengenali reputasi penjual sebelum melakukan transaksi.
“Bagi kami, Shopee adalah platform yang paling adil dan memberikan rasa aman bagi seller. Kebijakan pengembalian barang di Shopee sangat transparan dan menjadi win-win solution melalui mekanisme verifikasi serta sistem banding yang jelas,” tuturnya.
Ketekunan Mengembangkan Usaha
Perjalanan Bellissimo Gallery menunjukkan bahwa membangun bisnis tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau tempat produksi yang mewah.
Urip merintis usahanya dengan modal Rp4 juta, memanfaatkan peluang yang muncul saat pandemi, kemudian mengembangkan merek sendiri melalui pemasaran digital.
Kini, Bellissimo Gallery memiliki kapasitas produksi ratusan pasang sandal setiap bulan dan menjangkau pembeli hingga luar Pulau Jawa.
Bagi pelaku UMKM, kisah Urip memperlihatkan pentingnya membaca peluang, menentukan target pasar, serta menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen dalam mengembangkan usaha.
Dari bengkel sederhana di Ciomas, Urip terus membangun Bellissimo Gallery agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis sandal wanita.
Editor : Linna Susanti

