Jakarta, denting.id – Pemerintah memperkuat strategi mitigasi bencana dengan mengandalkan teknologi modifikasi cuaca. Presiden Prabowo Subianto disebut meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menambah peralatan guna mengoptimalkan operasi pengendalian cuaca, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan instruksi tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi bencana, mengingat luasnya wilayah Indonesia serta tingginya risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.
“BMKG juga terus-menerus melakukan modifikasi cuaca, termasuk Bapak Presiden juga meminta untuk penambahan alat agar kita bisa melakukan modifikasi cuaca dengan lebih optimal,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.
Menurut Prasetyo, penambahan perangkat modifikasi cuaca menjadi penting agar kesiapsiagaan pemerintah semakin meningkat, terutama setelah pengalaman bencana yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera. Hal tersebut menjadi pelajaran agar perencanaan dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan lebih dini dan matang.
“Perangkat-perangkat untuk operasi cuaca ini perlu diperkuat dan dibuat perencanaan sematang mungkin, sedini mungkin,” kata dia.
Selain penguatan alat, pemerintah juga meminta BMKG terus melakukan pemantauan iklim dan cuaca secara berkelanjutan, khususnya menjelang pergantian tahun. Periode Desember hingga Januari, lanjut Prasetyo, umumnya ditandai dengan peningkatan curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan bencana lainnya.
Dalam konteks mitigasi, pemerintah menekankan pentingnya koordinasi antara BMKG dan Kementerian Dalam Negeri agar informasi cuaca dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, terutama di wilayah rawan bencana.
“Kami minta upaya mitigasi dilakukan terus-menerus dengan koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri supaya daerah-daerah rawan bencana bisa segera mengambil langkah antisipatif,” ujar Prasetyo.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem serta meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat dan infrastruktur.

