Tahun Baru 2026 di Jatim Kondusif, Khofifah: Rayakan dengan Optimisme dan Empati

Surabaya, denting.id – Pergantian malam Tahun Baru 2026 di Jawa Timur berlangsung aman dan terkendali. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan situasi keamanan tetap kondusif di seluruh wilayah provinsi, seiring tingginya mobilitas masyarakat saat perayaan tahun baru.

“Alhamdulillah, pergantian tahun baru di Provinsi Jawa Timur berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Masyarakat merayakan dengan penuh optimisme menyambut 2026,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Kamis.

Pada Rabu (31/12) malam, Khofifah bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur meninjau langsung sejumlah titik pengamanan strategis di Kota Surabaya.

Sebelum turun ke lapangan, Gubernur dan rombongan Forkopimda terlebih dahulu mengikuti video conference bersama Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang membahas kesiapan pengamanan malam tahun baru di seluruh wilayah Jawa Timur.

Usai rapat daring tersebut, rombongan melakukan pengecekan Pos Pengamanan Operasi Lilin di beberapa lokasi vital, di antaranya Pos Pengamanan depan City of Tomorrow (CITO) serta kawasan Taman Bungkul. Peninjauan difokuskan pada kesiapan personel, sarana prasarana pendukung, hingga mekanisme pelayanan masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Lokasi-lokasi ini menjadi titik vital karena mobilitas masyarakat sangat tinggi,” kata Khofifah.

Berdasarkan hasil pemantauan, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, instansi vertikal, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat yang bersinergi menjaga situasi tetap aman.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai refleksi kemanusiaan dan solidaritas nasional. Ia mengimbau agar perayaan dilakukan secara sederhana dan diisi dengan doa lintas agama.

“Sudah selayaknya kita hadir dengan empati, bukan euforia. Pergantian tahun kita maknai dengan doa dan keprihatinan, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto menyampaikan bahwa hasil pemantauan di berbagai titik menunjukkan situasi keamanan yang terkendali, termasuk di jalur strategis seperti Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan ruas jalan tol.

“Pengamanan melibatkan sekitar 12 ribu personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan sebagai bentuk empati terhadap wilayah-wilayah di Indonesia yang tengah dilanda bencana.

“Ada tiga provinsi yang sedang mengalami musibah. Mari sambut Tahun Baru dengan cara yang sederhana, khidmat, dan penuh makna,” pungkasnya.

 

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai