Jakarta, Denting.id – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya momentum Ramadan untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas yang tumbuh dari lingkungan masjid dan pondok pesantren.
Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan Nyaman Bersama di sejumlah wilayah di Aceh. Menurutnya, Ramadan bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga kesempatan membangun kolaborasi ekonomi kerakyatan dari daerah.
“Alhamdulillah pada hari ini, kita dapat bersilaturahmi kembali di tempat yang mulia dalam rangka menyambut buka puasa bersama. Insyaallah, kita akan terus berkolaborasi untuk membangun Aceh yang kita cintai dan kita banggakan,” ujar Teuku Riefky dalam siaran pers, Rabu (25/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekraf menjalani berbagai agenda, mulai dari silaturahmi, ziarah, peninjauan pasar takjil, buka puasa bersama, hingga ramah tamah dengan pengurus masjid dan pondok pesantren. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah dan ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Teuku Riefky menegaskan, Kementerian Ekonomi Kreatif kini berfokus pada pengembangan talenta, keterampilan, dan kapasitas para pelaku industri kreatif di daerah.
“Saat ini, Kementerian Ekonomi Kreatif lebih fokus pada pembangunan skill, talenta, dan kemampuan para pegiat industri kreatif sehingga dapat membantu mendorong kegiatan masyarakat di lingkungan masjid maupun pondok pesantren,” jelasnya.
Safari Ramadan diawali dengan ziarah di Ruhul Fatayat Seulimeum, dilanjutkan salat zuhur berjamaah di Masjid Agung Al-Falah Sigli. Menteri Ekraf juga meninjau SPPG Lampeude Baroh 2 serta Jembatan Gantung Garuda di atas Sungai Tiro yang menghubungkan Desa Tiba Masjid dan Desa Trubue di wilayah Pidie.
Di Masjid Al Husna Pidie, Teuku Riefky turut menyaksikan proses pembuatan Bubur Kanji Aceh yang kaya rempah. Kegiatan berlanjut dengan belanja takjil di Pasar Beureuneun, ziarah ke Kemukiman Bambi, hingga buka puasa bersama di Masjid Darul Huda Bambi.
Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga di Bireuen dan sahur bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Tuan Wali Jabbar menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan harus ditopang oleh kreativitas dan keterampilan yang kuat.
“Pertumbuhan ekonomi semua bidang terkini harus punya skill yang kreatif sehingga membentuk fondasi awal untuk kebangkitan ekonomi dari daerah. Maka, momentum Ramadan tak hanya sekadar meningkatkan semangat dalam beribadah, tetapi kita harus semangat dalam membangun ekonomi kreatif dengan kegiatan-kegiatan yang memberikan kenyamanan bersama,” ungkapnya.
Selama Safari Ramadan di Aceh, Menteri Ekraf turut didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf serta Tenaga Ahli Menteri Panji Purboyo.
Baca juga: Momentum Ramadan, Nusron Wahid Soroti Peran Strategis TNI AL Jaga Kedaulatan
Melalui Safari Ramadan ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pengurus masjid, pondok pesantren, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas, khususnya selama bulan suci Ramadan.

