Denting.id – Timnas Australia kini menjadi satu-satunya wakil Asia yang masih bertahan di Piala Dunia 2026 setelah Jepang tersingkir usai kalah dari Brasil di babak 32 besar.
Socceroos akan menghadapi Timnas Mesir dalam laga hidup-mati babak 32 besar yang digelar di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Sabtu (4/7/2026) pukul 01.00 WIB.
Laga tersebut menjadi penentuan nasib Australia sekaligus harapan terakhir Asia untuk tetap memiliki wakil di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dari sembilan negara Asia yang tampil di putaran final, hanya Australia yang masih memiliki peluang melangkah lebih jauh. Catatan ini mempertegas konsistensi Socceroos sejak bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 2006.
Australia juga memiliki pengalaman tampil di fase gugur Piala Dunia setelah sukses menembus babak 16 besar pada edisi 2006 dan 2022. Selain itu, sejak menjadi anggota resmi ASEAN Football Federation (AFF) pada 2013, pencapaian Australia turut menjadi kebanggaan bagi kawasan Asia Tenggara.
Di kubu lawan, Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi usai untuk pertama kalinya pada era modern berhasil melaju ke fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, The Pharaohs gagal menembus babak tersebut pada edisi 1990, 2018, dan 2022.
Secara peringkat FIFA, Mesir berada di posisi ke-26, sedikit lebih baik dibanding Australia yang menempati peringkat ke-28. Meski demikian, duel diperkirakan berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama tampil konsisten sepanjang fase grup.
Pertandingan diprediksi menjadi pertarungan dua tim yang mengandalkan efektivitas permainan. Australia dikenal bermain pragmatis dengan rata-rata penguasaan bola hanya 33 persen selama fase grup, jauh di bawah Mesir yang mencatat 47 persen.
Namun, keunggulan Socceroos terletak pada kekuatan fisik, disiplin bertahan, dan serangan balik cepat. Jordan Bos menjadi andalan di sektor sayap, sementara Jackson Irvine berperan penting dalam mengatur permainan di lini tengah.
Sementara itu, Mesir akan kembali bertumpu pada ketajaman Mohamed Salah sebagai motor serangan. Penyerang Liverpool tersebut didukung Omar Marmoush yang juga tampil tajam sepanjang turnamen.
Dari sisi statistik, Mesir lebih unggul dengan nilai expected goals (xG) sebesar 3,76, dibanding Australia yang hanya mencatat 1,99. The Pharaohs juga lebih produktif dalam menciptakan peluang dengan total 48 percobaan selama fase grup.
Baca juga: Meksiko Tundukkan Ekuador 2-0, El Tri Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Meski demikian, Australia telah membuktikan kapasitasnya sebagai tim yang mampu membuat kejutan setelah berhasil menumbangkan Turki pada fase grup. Modal tersebut menjadi bekal penting bagi Socceroos untuk menghadapi Mesir sekaligus menjaga asa Asia tetap hidup di Piala Dunia 2026.

