Supplier MBG Beralih ke Peternak, Harga Telur dan Ayam di Bogor Terjun Bebas

Bogor, Denting.id – Harga komoditas protein hewani, khususnya daging ayam dan telur di Pasar Gembrong Sukasari, Kota Bogor, mengalami penurunan tajam pada Jumat (03/07/2026).

Selain dipicu oleh ketimpangan antara biaya pakan dan harga jual di tingkat peternak, sepinya pembeli dari kalangan penyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menekan dinamika perputaran barang di pasar tradisional tersebut. Berdasarkan keluhan para pedagang, perubahan pola belanja para supplier MBG sangat dirasakan dampaknya.

Mereka kini jarang memborong barang di pasar dan lebih memilih turun langsung ke peternak kandang demi mendapatkan harga termurah. Hal ini memaksa harga telur ayam ras biasa di tingkat pengecer turun ke kisaran Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram, di bawah harga normalnya yang mencapai Rp25 ribu per kilogram.

​”Jarang sih kalau ada yang beli ke sini sekarang. Kalau ada yang mencari, ya kita kasih. Tapi sekarang orang-orang MBG itu kebanyakannya langsung mencari ke peternaknya langsung. Ada sih kadang-kadang yang datang ke pasar, biasanya mereka mencari-cari harga yang paling miring,” ungkap Budi (45), pedagang telur di Pasar Sukasari, Jumat (03/07/2026).

​Turunnya daya serap pasar ini menjadi pukulan ganda bagi para peternak di hulu, mengingat tingginya biaya operasional yang harus ditanggung. Budi memaparkan bahwa kejatuhan terparah dialami oleh komoditas telur puyuh, yang kini anjlok mendekati Rp20 ribu dari harga normal Rp30 ribu per kilogram.

Kondisi ini memaksa sejumlah peternak memilih untuk menghentikan sementara proses produksinya.

​”Harga pakannya mahal, tapi harga telurnya turun drastis. Otomatis mereka terpaksa jual murah. Makanya banyak peternak puyuh yang ikut berhenti produksi dulu karena biaya pakan puyuh tetap tidak turun,” tambah Budi.

​Senada dengan komoditas telur, tren kemerosotan harga jual juga terjadi pada lapak daging ayam potong. Pedagang daging, Dian (35) mengonfirmasi bahwa penyesuaian harga di tingkat pengecer ini sudah berjalan dan selisih penurunannya terasa cukup signifikan bagi para pembeli.

​”Sebelumnya per setengah kilo dijual dengan harga Rp18 ribu, sekarang turun hingga Rp15 ribu,” ujar Dian.

Sebagai catatan, harga ayam potong utuh kini dibanderol sekitar Rp30 ribu per kilogram, turun drastis dari harga sebelumnya yang sempat menembus angka Rp36 ribu per kilogram. ​Di tengah merosotnya harga ayam dan telur, sektor sayur-mayur dan bumbu dapur di Pasar Sukasari justru terpantau stabil, dengan sedikit pengecualian pada komoditas bawang merah.

Pedagang sayur, Adit (18) menjelaskan bahwa bawang merah mengalami penyesuaian harga dari pihak penyedia, naik dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram, sementara komoditas lain seperti cabai dan bawang putih tidak mengalami perubahan harga.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai