Jakarta, Denting.id – Kabar duka datang dari keluarga artis peran Lady Nayoan. Sang ibunda, Rima Sania Pontoh, meninggal dunia pada Senin (24/8/2026) pukul 19.23 WIB setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal.
Kepergian Rima meninggalkan duka mendalam bagi Lady Nayoan dan sang menantu, Rendy Kjaernett, yang selama ini dikenal dekat dengan mendiang.
Perjalanan Rima melawan kanker bermula pada awal 2023. Saat itu, ia pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal. Penyakit tersebut kemudian berkembang hingga sel kanker ditemukan telah menyebar ke bagian kandung kemih.
Rima pun menjalani serangkaian pengobatan. Pada 2024, ia mulai menjalani kemoterapi yang kemudian dilanjutkan dengan terapi radiasi.
Dalam wawancara pada Agustus 2025, Lady Nayoan sempat mengungkap kondisi pengobatan sang ibu yang ketika itu berjalan cukup baik. Lady juga mengenang ketegaran ibunya dalam menghadapi berbagai tahapan pengobatan.
Menurut Lady, sang ibu tidak pernah memandang kemoterapi semata-mata sebagai penderitaan. Rima justru meyakini pengobatan tersebut sebagai bagian dari perjuangan untuk mendapatkan kesembuhan. Keyakinan itu turut menjadi kekuatan bagi keluarga.
Ditemukan Sel Kanker Baru
Meski sempat menunjukkan perkembangan positif, pemeriksaan lanjutan kembali menemukan sel kanker baru pada saluran kemih Rima.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan tindakan operasi dan pemeriksaan jaringan untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.
Selama menjalani pengobatan, Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett disebut selalu memberikan pendampingan kepada Rima. Keduanya menemani sang ibu dalam berbagai proses medis maupun kesehariannya.
Rendy Kjaernett Kehilangan Sosok Ibu Mertua
Setelah sekitar tiga tahun berjuang melawan penyakit, Rima Sania Pontoh akhirnya meninggal dunia pada usia 24 Agustus 2026. Jenazahnya kemudian disemayamkan di Rumah Duka Adian Nasonang, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.
Rendy Kjaernett mengaku sangat kehilangan sosok ibu mertuanya. Ia mengenang Rima sebagai perempuan kuat yang tetap tegar dan jarang mengeluh meski tengah menghadapi penyakit serius.
Rima juga disebut menjadi salah satu sosok yang memberikan dukungan kepada Rendy ketika menjalani pendidikan teologi untuk mempersiapkan diri menjadi pendeta.
Rendy turut mengenang kebiasaan sang ibu mertua yang kerap meminta didoakan setiap kali dirinya berkunjung. Kebiasaan tersebut bahkan masih dilakukan hingga menjelang Rima menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepergian Rima Sania Pontoh menjadi kehilangan besar bagi keluarga Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett. Selama tiga tahun, mereka bersama-sama mendampingi perjuangan Rima menghadapi kanker hingga akhir hayatnya.

