DEPOK, Denting.id – Sebanyak 120 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Jawa Tengah. Pemindahan ini dilakukan menyusul beredarnya video yang diduga memperlihatkan pesta narkotika jenis sabu di dalam rutan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Barat, Ishadi Maja Prayitno, membenarkan bahwa pemindahan tersebut berkaitan dengan dugaan pesta sabu yang menjadi sorotan publik.
“120 dari Rutan Depok. Iya, betul (berkaitan dengan pesta sabu),” kata Ishadi, Minggu (11/10/2026), seperti dikutip dari Antara.
Menurut Ishadi, mayoritas warga binaan yang dipindahkan merupakan narapidana kasus narkotika. Sementara itu, sekitar 20 orang lainnya merupakan narapidana kasus pidana umum.
Ia menjelaskan, pemindahan tersebut telah memperoleh izin dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
“Betul, mayoritas warga binaan narkotika. Mungkin ada sekitar 20-an yang pidana umum. Intinya, semua napi narkotika, sesuai arahan Direktorat Jenderal untuk dipindahkan ke Nusakambangan,” ujarnya.
Dugaan Keterlibatan Petugas Turut Diusut
Selain memindahkan warga binaan, Kanwil Ditjenpas Jawa Barat juga menindaklanjuti dugaan keterlibatan petugas rutan dalam insiden tersebut.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, mengatakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait masih berlangsung.
Menurut Yudi, Kepala Rutan Depok telah membuat laporan polisi terkait dugaan keterlibatan pegawai dalam kasus tersebut.
“Penanganannya dari hasil pemeriksaan yang masih berjalan. Untuk pegawainya yang terkait, dari kemarin Karutan sudah buat LP (Laporan Polisi) dan sedang ditindaklanjuti,” kata Yudi.
Video Dugaan Pesta Sabu Viral di Media Sosial
Kasus ini mencuat setelah rekaman video yang memperlihatkan sejumlah pria diduga warga binaan berjoget di dalam ruangan tertutup dengan iringan musik keras beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, salah satu pria terlihat memegang botol yang disinyalir digunakan sebagai alat untuk mengisap sabu atau bong.
Beredarnya video itu memicu sorotan publik terhadap dugaan penyalahgunaan narkotika di dalam rutan.
Hingga kini, pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait masih berlangsung. Dugaan keterlibatan warga binaan maupun petugas dalam kasus tersebut masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum.
Editor : Linna Susanti

