Ombak Besar Seret Lima Wisatawan di Sukabumi, Dua Pemuda Bekasi Hilang

 

Sukabumi, Denting.id – Lima wisatawan asal Bekasi dan Jakarta terseret ombak besar saat berenang di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026) sore. Tiga orang berhasil diselamatkan, sedangkan dua lainnya masih hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan hingga Minggu (11/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.52 WIB ketika rombongan wisatawan bermain air di kawasan pantai. Ombak besar tiba-tiba menerjang dan menyeret kelima orang ke tengah laut.

Tiga wisatawan berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tepi pantai dengan bantuan nelayan serta petugas setempat. Mereka kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketiga korban selamat tersebut adalah Syahrir Fadilah (20), warga Pondok Melati, Bekasi; Ahmad Kurniawan (16), warga Pondok Gede, Bekasi; serta Fachri Yusufiansyah (17), warga Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.

Sementara itu, dua wisatawan lainnya, Muhamad Zubair (18) dan Zaki (17), yang sama-sama berdomisili di kawasan Pondok Melati, Bekasi, belum ditemukan setelah terseret arus laut.

Dua saksi di lokasi, Dastan (16) dan Satria Narendra Wiguna (16), melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim SAR untuk melakukan pencarian.

Tim SAR Sisir Laut, Darat, dan Udara

Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan tim penyelamat langsung diberangkatkan setelah menerima laporan kejadian. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 07.42 WIB pada Minggu (11/10/2026).

Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak terkait, tim melakukan pengarahan untuk menentukan pembagian sektor pencarian.

“Setelah menerima informasi, kami langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian. Pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan dengan mengoptimalkan berbagai metode pencarian untuk menemukan kedua korban,” kata Suryo dalam keterangannya.

Operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut, darat, dan udara. Di perairan, tim menyisir area menggunakan perahu karet hingga radius 2 mil laut atau nautical miles (NM) dari titik awal kejadian.

Sementara itu, tim darat menyisir kawasan pesisir hingga radius 2 kilometer. Pemantauan udara menggunakan pesawat nirawak atau drone juga dilakukan untuk membantu menemukan keberadaan kedua korban.

Operasi tersebut melibatkan personel gabungan, termasuk Pos SAR Sukabumi, Pos TNI AL Ujung Genteng, dan Polairud Ujung Genteng.

Cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan cerah sehingga mendukung pergerakan tim di laut maupun pemantauan menggunakan drone. Meski demikian, petugas tetap mewaspadai kondisi arus bawah laut di perairan selatan Sukabumi.

Wisatawan Diimbau Waspadai Gelombang Laut

Danpos TNI AL Ujung Genteng, Lettu Iwan Setiawan, sebelumnya mengingatkan bahwa perairan selatan Sukabumi berpotensi membahayakan wisatawan akibat peningkatan gelombang di tengah peralihan cuaca.

Masyarakat dan pengunjung pantai diimbau mematuhi rambu larangan serta menghindari aktivitas berenang di area berbahaya, terutama terlalu jauh dari bibir pantai.

Karakter arus laut selatan yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai wisatawan.

Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan Muhamad Zubair dan Zaki. Hingga Minggu (11/10/2026), keduanya belum ditemukan.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai