Erick Thohir Desak Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 Dihukum Tegas

Denting.id – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengecam keras dugaan penyerangan terhadap bus rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Ia menilai aksi perusakan, perampasan, dan pemukulan dalam insiden tersebut sudah masuk ranah kriminal sehingga para pelaku harus mendapat hukuman tegas.

Erick menegaskan, tindakan kekerasan yang menimpa rombongan pemain muda Persib tidak boleh ditoleransi. Ia tidak ingin insiden serupa kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

“Kita tidak mau ada lagi insiden-insiden yang menjadi kegelapan sepak bola Indonesia seperti sebelumnya. Ya, merampas, memecahkan, memukuli, itu sudah kriminal,” kata Erick Thohir.

Ia meminta I.League selaku operator kompetisi dan pihak klub menindaklanjuti kasus tersebut dengan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Erick juga menekankan bahwa dugaan penyerangan itu tidak bisa digeneralisasi sebagai tindakan seluruh suporter klub tertentu. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perbuatan oknum yang harus dipertanggungjawabkan.

“Ada sebuah bus yang ditumpangi atlet muda dari sebuah klub tentu diserang oleh oknum, saya tidak bilang seluruh suporter klub tersebut ya, oknum-oknum yang tindakannya sangat kriminal,” ujarnya.

Ia menambahkan, PSSI akan mendukung proses hukum yang berjalan agar kasus tersebut ditangani secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi saya meminta liga, klub menindaklanjuti sekeras-kerasnya oknum-oknum tersebut dan tidak bisa ditoleransi,” tutur Erick.

“Kami, PSSI maupun saya pribadi, kita harus menegakkan hukum ya setinggi-tingginya untuk sepak bola nasional,” lanjutnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, juga menyampaikan kecaman dan keprihatinan mendalam atas dugaan penyerangan terhadap rombongan Persib Bandung U-18.

Yunus berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman berat kepada pihak yang terbukti bersalah.

“PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk suporter tim nasional maupun klub harus menjadi prioritas,” ujar Yunus Nusi, Senin (12/10/2026).

Ia menegaskan, keselamatan setiap orang yang terlibat dalam aktivitas sepak bola harus menjadi perhatian bersama. Hal tersebut sejalan dengan komitmen FIFA untuk memastikan setiap orang yang datang menyaksikan pertandingan dapat kembali ke rumah dengan selamat.

“PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini,” katanya.

Yunus turut menyoroti para korban yang merupakan pemain muda Elite Pro Academy Persib Bandung. Menurutnya, keselamatan pemain usia muda harus menjadi perhatian serius seluruh elemen sepak bola.

Baca juga: Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Yordania di FIFA Matchday November 2026

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa rivalitas antarklub tidak boleh berujung pada kekerasan. PSSI berharap seluruh pihak menjaga sportivitas dan keamanan agar sepak bola Indonesia menjadi lingkungan yang aman bagi pemain, ofisial, maupun suporter.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai