Nikita Mirzani Absen Promosi Beautiful Pain, Titip Pesan untuk Perempuan

 

JAKARTA, Denting.id – Aktris Nikita Mirzani akhirnya menantikan penayangan film Beautiful Pain yang telah dikembangkan selama empat tahun. Namun, ia tidak dapat menghadiri langsung rangkaian promosi film yang diproduserinya itu karena sedang menjalani hukuman.

Kesedihan Nikita disampaikan melalui sebuah video yang direkam dari Wartelsuspas (Warung Telekomunikasi Khusus Lapas). Video tersebut ditayangkan dalam konferensi pers film Beautiful Pain di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Dalam rekaman itu, Nikita mengungkapkan perasaannya karena tidak bisa hadir secara langsung saat film yang dinantikannya segera tayang di bioskop.

“Sedih banget rasanya, ini film yang aku tunggu-tunggu, tapi akunya enggak ada di situ. Tapi di lubuk hatiku terdalam, aku ada di sana tanpa bisa kalian lihat,” ujar Nikita.

Meski tidak bisa menghadiri acara promosi, Nikita berharap film tersebut dapat menjangkau penonton dan menyampaikan pesan tentang keberanian perempuan dalam memperjuangkan hak serta masa depannya.

Nikita Mirzani Bawa Pesan Perjuangan Perempuan

Nikita, yang juga berperan sebagai Marcella dalam film tersebut, menegaskan bahwa Beautiful Pain bukan sekadar cerita tentang dirinya. Menurut dia, film itu mewakili perempuan Indonesia yang berani mengambil risiko dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

“Ini bukan film soal Nikita Mirzani, tapi ini film tentang semua wanita Indonesia yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti masih banyak perempuan, khususnya ibu rumah tangga, yang merasa takut untuk menyuarakan keinginan dan memperjuangkan haknya.

Menurut Nikita, ketakutan tersebut dapat dihadapi jika seseorang memiliki kemauan untuk mengambil langkah dan memperjuangkan masa depannya.

Melalui film ini, ibu tiga anak tersebut berharap para perempuan semakin berani mencintai diri sendiri, membela haknya, dan mengambil keputusan demi kehidupan yang lebih baik bagi diri mereka maupun anak-anaknya.

“Semoga setelah kalian menonton film ini, film ini bisa dapat menginspirasi kalian semuanya untuk berani mengambil risiko, untuk berani berjuang demi masa depan kalian dan berani melangkah lebih jauh untuk masa kehidupan anak-anak kalian kelak di kemudian hari,” tuturnya.

Pesan Nikita untuk Perempuan yang Berstatus Janda

Nikita juga menyampaikan pesan kepada perempuan yang berstatus janda agar tidak merasa malu atau takut menghadapi pandangan negatif dari lingkungan sekitar.

Menurutnya, status sebagai janda bukanlah sesuatu yang memalukan. Ia mengingatkan bahwa orang lain belum tentu memahami perjuangan dan alasan di balik keputusan hidup seseorang.

“Menjadi seorang janda itu bukan suatu kehinaan. Jangan takut dicemooh sama tetangga, karena mereka enggak tahu apa-apa tentang kita. Jangan takut dicemooh dengan orang lain, karena mereka tidak tahu apa yang sudah kita perjuangkan buat semua wanita Indonesia,” kata Nikita.

Beautiful Pain Dikembangkan Selama Empat Tahun

Sementara itu, produser Dapur Film, Hanung Bramantyo, mengungkapkan bahwa pengembangan Beautiful Pain telah berlangsung selama empat tahun.

Hanung mengatakan, tema yang diangkat dalam film tersebut sempat dianggap terlalu khusus dan kurang menjanjikan secara komersial. Namun, keyakinan Nikita terhadap cerita yang diusung membuat proyek tersebut terus dikembangkan.

“Empat tahun yang lalu mungkin tema seperti ini dianggap tema yang sangat eksklusif, cult, dianggap enggak komersial. Tapi pada saat itu kemudian Niki yakin, ‘Saya yakin ada orang yang akan menonton film ini, yaitu para perempuan yang ingin menjadi dirinya sendiri’,” ujar Hanung.

Film Beautiful Pain dijadwalkan tayang di bioskop mulai pekan depan. Film ini diharapkan dapat menyampaikan pesan mengenai keberanian perempuan dalam menentukan pilihan hidup dan memperjuangkan haknya.

Editor : Linnq Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai