Percepat Digitalisasi Bansos, Kelurahan Cilendek Barat Geber Layanan IKD hingga Tengah Malam

Bogor, Denting.id –  Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mengakselerasi program Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang terintegrasi dengan digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Ini menjadi bagian dari kesiapan Kota Bogor yang ditunjuk sebagai wilayah percontohan perluasan digitalisasi bantuan sosial (bansos) tingkat nasional.

Upaya ini ditegaskan dalam sosialisasi program kerja kelurahan yang dihadiri perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PWI Kota Bogor, serta jajaran pengurus RT/RW di Aula Kelurahan Cilendek Barat, Jumat (16/10/2026).

Lurah Cilendek Barat, Otong Soekandar, mengungkapkan bahwa untuk menjangkau 21.130 jiwa penduduk yang tersebar di 18 RW dan 78 RT, keluarhannya menerapkan sistem jemput bola secara masif.

Layanan perekaman dan aktivasi IKD tidak hanya dilakukan di kantor kelurahan pada jam kerja, tetapi juga mendatangi pemukiman warga hingga larut malam.

“Petugas kami melayani warga hingga pukul 24.00 WIB di RW 16. Ini bentuk komitmen kami membantu warga yang tidak memiliki waktu datang ke kantor kelurahan pada jam kerja. Kami tetap mengedepankan pelayanan prima,” ujar Otong.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyajian Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kota Bogor, Rully Hasanul Basri, menjelaskan bahwa integrasi IKD dan aplikasi Perlinsos dirancang untuk memangkas persoalan data penerima bansos yang tidak tepat sasaran akibat perbedaan domisili atau kepemilikan aset yang tersembunyi.

Lewat sistem anyar ini, warga yang telah mengaktifkan IKD dapat mengajukan usulan bansos secara mandiri melalui smartphone dengan verifikasi wajah (face recognition).

Selain itu, warga teraktivasi juga berhak menjadi ‘Agen Perisai’ untuk mendaftarkan tetangga miskin, lansia, atau penyandang disabilitas di sekitarnya yang belum tersentuh bantuan.

“Proses verifikasi wajah dan kelayakan kini sangat cepat, tidak sampai satu menit sudah keluar potensi hasilnya. Bahkan jika ada ketidaksesuaian data, misalnya nama warga dicatut pihak lain untuk menghindari pajak progresif kendaraan, agen atau warga bisa langsung mengajukan sanggahan di aplikasi,” terang Rully.

Pemutakhiran data secara komprehensif ini menyasar kelompok desil 1 hingga desil 10 untuk membersihkan basis data 1,16 juta jiwa penduduk Kota Bogor.

Diharapkan pada penyaluran Bansos tahun anggaran 2027 mendatang, penerima manfaat sudah benar-benar presisi.

Selain fokus pada penataan administrasi kependudukan dan bantuan sosial, Kelurahan Cilendek Barat bersama LPM saat ini tengah mengawal dua proyek pembangunan infrastruktur strategis Pemkot Bogor di wilayah tersebut.

Pertama pertama yaitu engerjaan penahan tanah (PPT) Blok Tempe (RW 03) proyek lelang senilai Rp800 juta lebih dengan pondasi setinggi 3 hingga 7 meter. Progres fisik telah mencapai 75 persen dan ditargetkan rampung akhir bulan ini.

Kedua yaitu Gelanggang Olah Masyarakat (GOM) Bogor Barat yang berlokasi di kawasan Kavling Lembah Hijau, belakang GKI Yasmin. Proyek milik Dispora Kota Bogor ini sedang dalam tahap pematangan lahan dengan progres pengerjaan sekitar 22 persen.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai