Udara Jakarta Memburuk, Pramono Siagakan Fasilitas Kesehatan

 

JAKARTA, Denting.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh fasilitas kesehatan di ibu kota bersiaga menyusul memburuknya kualitas udara dalam dua hingga tiga hari terakhir. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan, terutama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Pramono mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah menyiapkan puluhan rumah sakit dan ratusan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Fasilitas yang disiagakan meliputi 31 rumah sakit, 44 puskesmas, serta 292 puskesmas pembantu.

“Untuk mereka bersiap diri, memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini,” ujar Pramono usai meresmikan Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).

Pramono mengakui kualitas udara Jakarta mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab memburuknya kondisi tersebut.

Ia mengungkapkan, sebenarnya telah mempertimbangkan untuk menyampaikan kondisi kualitas udara kepada publik sejak tiga hari sebelumnya. Namun, ia khawatir pernyataan tersebut justru memicu perdebatan mengenai faktor penyebabnya.

“Sebenarnya dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik,” tuturnya.

Pramono menegaskan, Pemprov DKI memiliki ratusan alat pemantau emisi untuk memantau kondisi lingkungan di Jakarta. Menurutnya, data pemantauan tersebut dapat menjadi salah satu acuan dalam melihat perkembangan kualitas udara.

“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk,” katanya.

Selain mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara, Pemprov DKI juga mempertimbangkan pemberian bantuan bagi daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pramono mengatakan, rencana bantuan tersebut akan dibahas lebih lanjut sebelum diputuskan.

“Nanti saya akan segera rapatkan dan segera akan saya putuskan,” ujarnya.

Pemprov DKI memastikan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menjadi langkah antisipasi untuk membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan di tengah kondisi udara yang memburuk.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai