Jakarta, Denting.id – Aktris Marsha Aruan tengah berduka setelah sang ibunda, Lisa Diana Tambunan, meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) di usia 58 tahun. Kepergian Lisa meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama Marsha yang sebelumnya telah kehilangan sang ayah pada 2022.
Adik mendiang yang juga paman Marsha, Benjamin, mengenang Lisa sebagai sosok kakak yang penuh perhatian dan selalu memberikan dukungan luar biasa kepada keluarga. Keduanya pernah tinggal bersama sehingga Lisa sudah dianggapnya seperti ibu sendiri.
Benjamin mengungkapkan bahwa Lisa merupakan sosok yang mengayomi, terutama bagi anak-anaknya. Kenangan tersebut membuat kepergian Lisa menjadi kehilangan besar bagi keluarga.
“Kakakku ya. Ya karena kita tinggal dulu aku satu rumah kita tinggali bareng sama almarhumah, terus ya seperti ibu sendiri sih ya. Jadi emang kalau namanya pasien, orang yang paling support-nya luar biasa dan apalagi dia anak paling gede ya, tahu sendiri sama anaknya kita sangat ngayomi juga gitu,” ujar Benjamin saat ditemui di Rumah Duka RS Ukrida, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2026).
Di tengah suasana duka, Benjamin juga menceritakan momen terakhir Marsha mendampingi ibunya di ruang perawatan intensif atau ICU. Marsha baru bisa kembali menemani sang ibunda setelah menyelesaikan kegiatan syuting serial yang dibintanginya.
Menurut Benjamin, Marsha berada di sisi ibunya pada jam-jam terakhir sebelum Lisa meninggal dunia. Sementara itu, anggota keluarga lainnya menunggu di luar ruangan karena adanya pembatasan jumlah orang yang diperbolehkan masuk ke ICU.
“Kebetulan terakhir posisi yang terakhir itu Marsha ya. Jadi pas banget Marsha itu kemarin kan syuting ya, series-nya selesai terus beliau baru bisa lagi nemenin bundanya,” tutur Benjamin.
“Pas itu posisi terakhir di jam-jam terakhir tuh kalau Marsha sih di dalam. Karena kan enggak boleh banyak-banyak ya di dalam ICU, jadi kita keluarga yang lain tunggu di luar, di ruang tunggu di luar gitu,” lanjutnya.
Kehilangan sang ibunda menjadi pukulan berat bagi Marsha, terlebih ia lebih dahulu ditinggal oleh ayahnya pada 2022. Meski demikian, keluarga besar berusaha memberikan dukungan agar Marsha dapat melewati masa berkabung ini.
Benjamin mengakui kesedihan mendalam yang dirasakan Marsha terlihat dari raut wajahnya. Namun, ia memastikan bahwa keponakannya tersebut tidak harus menghadapi kehilangan ini seorang diri.
“Ya sebenarnya kalau namanya manusia sih pasti ada ya rasa hancurnya. Kita bisa melihatlah dari raut mukanya. Cuman balik lagi yang kita tenangin bahwa Marsha tuh enggak sendirian,” pungkas Benjamin.
Dukungan keluarga besar diharapkan dapat menguatkan Marsha dalam menghadapi masa sulit setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Editor : Linna Susanti

