Hasil Uji Lab Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Keluar Minimal Tiga Hari

 

BOGOR, Denting.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor membutuhkan waktu minimal tiga hari untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa SMPN 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) beserta susu yang dikonsumsi para siswa telah dibawa untuk menjalani uji laboratorium.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan penyebab munculnya gejala keracunan yang dialami para siswa.

“Hasil lab nanti kita akan koordinasi, tapi paling sebentar itu mungkin sekitar 3×24 jam,” ujar Fusia kepada wartawan, Kamis (22/10/2026).

Fusia berharap tidak ada penambahan korban setelah ratusan siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG dan susu yang dibagikan di sekolah.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar siswa yang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua berpeluang segera dipulangkan secara bertahap.

“Sebagian besar dari siswa yang dibawa ke rumah sakit ini dalam waktu dekat akan dipulangkan secara bertahap karena dari jumlah itu hanya satu yang terindikasi rawat inap,” pungkasnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut. Hingga hasil uji keluar, penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai