Jakarta, denting.id – Ketegangan global kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela. Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik, Jazuli Juwaini, menilai langkah tersebut sebagai tindakan berbahaya yang merusak tatanan hukum internasional dan mengancam perdamaian dunia.
Jazuli menegaskan, aksi militer sepihak itu merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan prinsip-prinsip yang diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Serangan Amerika Serikat ke Venezuela jelas mencederai hukum internasional. Tidak ada pembenaran bagi negara mana pun untuk menggunakan kekuatan militer secara sepihak demi kepentingan politik dan kekuasaan,” ujar Jazuli dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Ia menyoroti laporan yang menyebutkan bahwa AS tidak hanya melakukan pemboman, tetapi juga menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Menurut Jazuli, tindakan tersebut semakin menegaskan sikap AS yang melampaui batas hukum internasional yang beradab.
“Venezuela adalah negara berdaulat. Penangkapan kepala negara oleh kekuatan asing adalah preseden yang sangat berbahaya,” tegasnya.
Anggota DPR RI Fraksi PKS ini mengingatkan, jika praktik semacam itu dibiarkan, dunia internasional akan menghadapi ancaman runtuhnya supremasi hukum global.
“Jangan sampai ini menjadi kebiasaan baru, seolah-olah hukum internasional bisa diabaikan oleh negara kuat. Jika hukum runtuh, dunia akan berada di ambang kekacauan,” kata Jazuli.
Ia juga menilai ketidakpatuhan terhadap hukum internasional berpotensi memicu konflik terbuka antarnegara dan meningkatkan eskalasi ketegangan global.
“Dalam situasi seperti ini, ancaman Perang Dunia Ketiga bukan hal yang mustahil. Perang bisa pecah kapan saja jika kekuatan militer terus dijadikan alat pemaksaan kehendak,” ujarnya.
Untuk itu, JDF Asia Pasifik mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional agar bersikap tegas menegakkan hukum internasional secara adil serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur dialog dan diplomasi.
“Perdamaian dunia hanya bisa terwujud jika semua negara tunduk pada hukum internasional dan menjunjung tinggi keadilan serta nilai-nilai kemanusiaan,” pungkas Jazuli.
Baca juga : Awal Tahun Tanpa Pesta, PKS Kirim Relawan Spesialis ke Sumatra

