AS Bantu Cegat Rudal Iran, Trump Desak Netanyahu Tunda Serangan Balasan

Jakarta, Denting.id – Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan membantu Israel menghadapi serangan rudal balistik Iran yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin (8/6/2026). Sejumlah pejabat AS menyebut pasukan Washington terlibat dalam operasi pencegatan untuk melindungi sekutunya tersebut.

Menurut para pejabat yang berbicara secara anonim kepada Al Arabiya English, pasukan AS diyakini berhasil mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan Teheran ke wilayah Israel.

Operasi tersebut melibatkan aset militer AS yang berbasis di darat maupun laut, sekaligus menegaskan komitmen Washington dalam mendukung pertahanan Israel dari berbagai ancaman di kawasan Timur Tengah.

Saat ini, ratusan personel militer Amerika ditempatkan di Israel. Sebagian bertugas dalam mekanisme multinasional untuk memantau gencatan senjata di Gaza pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober, sementara lainnya mendukung sistem pertahanan udara dan rudal Israel.

Militer Israel menyatakan Iran meluncurkan sekitar 30 rudal balistik dalam serangan terbaru tersebut. Selain itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran juga dilaporkan menembakkan dua rudal tambahan ke arah Israel.

Keterlibatan langsung militer AS dalam membantu Israel bukan kali pertama terjadi. Pada April 2024, pasukan Amerika bersama sekutu-sekutunya membantu mencegat lebih dari 300 rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.

Kala itu, pesawat tempur, kapal perang Angkatan Laut AS, serta sistem pertahanan udara dikerahkan untuk menggagalkan sebagian besar proyektil sebelum mencapai sasaran.

Amerika Serikat sendiri mempertahankan kehadiran militer yang besar di Timur Tengah dengan lebih dari 50.000 personel, didukung sistem pertahanan udara canggih, pesawat tempur, serta armada laut yang ditempatkan di berbagai wilayah strategis.

Pentagon hingga kini belum mengungkapkan rincian lengkap mengenai aset yang digunakan dalam operasi terbaru tersebut. Para pejabat AS juga mengingatkan bahwa hasil penilaian masih dapat berubah seiring masuknya informasi tambahan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, bantuan militer Amerika kepada Israel disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mempertimbangkan permintaan Presiden Donald Trump agar tidak segera melancarkan serangan balasan terhadap Iran.

Dalam percakapan telepon dengan jurnalis Channel 12, Barak Ravid, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Netanyahu untuk menahan diri.

“Saya berkata, ‘Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian’,” kata Trump seperti dikutip Axios.

Laporan Channel 12 menyebut pembicaraan tersebut berakhir tanpa keputusan yang jelas. Namun, sejumlah staf senior Gedung Putih yang mengikuti percakapan itu menilai Trump berhasil membujuk Israel untuk menunda aksi balasan selama beberapa hari.

Baca juga: Iran dan AS Disebut Segera Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali

Penundaan tersebut dinilai penting agar jalur diplomasi antara Washington dan Teheran tetap terbuka dan kesepakatan yang tengah dirundingkan dapat terus berlanjut.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai