Jakarta, Denting.id – Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina mengumumkan jumlah pelajar dan tenaga pendidik yang tewas sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 21.701 orang di seluruh Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Berdasarkan data yang dirilis kementerian pada Selasa (10/6/2026), korban jiwa terdiri dari 20.647 siswa serta 1.054 guru dan anggota staf pendidikan. Otoritas Palestina menyebut tingginya angka korban tersebut terjadi akibat serangan Israel yang terus berlangsung dan berdampak langsung pada sektor pendidikan.
Dikutip dari kantor berita WAFA, lebih dari 179 sekolah pemerintah di Jalur Gaza dilaporkan hancur total. Selain itu, sedikitnya 105 sekolah yang dikelola Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menjadi sasaran serangan, mengalami kerusakan berat, serta aksi vandalisme.
Kerusakan juga meluas ke sektor pendidikan tinggi. Sebanyak lebih dari 63 gedung universitas di Gaza dilaporkan hancur sepenuhnya.
Sementara itu, di Tepi Barat, sembilan universitas dan perguruan tinggi disebut telah beberapa kali menjadi sasaran penggerebekan dan perusakan. Sejumlah sekolah juga mengalami serangan, disertai tindakan yang menargetkan para siswa oleh pemukim Israel.
Data kementerian menunjukkan sebanyak 128 siswa sekolah dan 39 mahasiswa universitas tewas di Tepi Barat. Selain itu, 861 siswa sekolah dan lebih dari 278 mahasiswa mengalami luka-luka. Sebanyak 421 siswa sekolah dan lebih dari 487 mahasiswa lainnya dilaporkan ditahan.
Di Jalur Gaza, korban jiwa di kalangan pelajar jauh lebih besar. Sedikitnya 19.101 siswa sekolah dan 1.379 mahasiswa universitas dilaporkan tewas. Sementara itu, lebih dari 28.419 siswa sekolah dan 3.017 mahasiswa universitas mengalami luka-luka.
Tenaga pendidik juga menjadi kelompok yang terdampak parah. Di Tepi Barat, enam staf sekolah tewas dan 25 lainnya terluka, sementara lebih dari 171 tenaga pendidikan ditahan.
Adapun di Jalur Gaza, sebanyak 802 staf sekolah dan 246 staf universitas dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, 3.291 staf sekolah dan lebih dari 1.493 staf universitas mengalami luka-luka.
Baca juga: Remaja Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Usai Pulang Sekolah di Nablus
Kementerian Pendidikan Palestina menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi telah mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar dan memperburuk kondisi pendidikan bagi jutaan warga Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung.

