Jakarta, Denting.id — Seorang remaja Palestina bernama Youssef Shtayyeh tewas ditembak pasukan Israel hanya beberapa menit setelah pulang sekolah di Kota Nablus, Tepi Barat utara, pada April 2026.
Youssef yang baru berusia 15 tahun saat itu sempat tiba di rumah dan meletakkan tas sekolahnya di lorong sebelum keluar untuk menemui teman-temannya di dekat kediamannya.
Namun, sekitar 100 meter dari rumahnya, nyawa remaja tersebut melayang setelah terkena tembakan tentara Israel.
Insiden tragis itu menambah daftar panjang anak-anak Palestina yang tewas dalam operasi militer Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat sejak 1967.
Menurut data UNICEF, rata-rata satu anak Palestina meninggal setiap pekan di Tepi Barat sejak Januari 2025. Angka itu meningkat tajam dibandingkan tahun 2021, ketika rata-rata kematian anak terjadi setiap tiga pekan.
Dalam laporan tertanggal 12 Mei 2026, UNICEF mencatat sedikitnya 70 anak dan remaja Palestina tewas di Tepi Barat sepanjang tahun ini. Mayoritas korban berusia 15 hingga 16 tahun, dan 65 di antaranya disebut meninggal akibat tindakan pasukan Israel.
Peningkatan jumlah korban terjadi setelah Israel memperluas operasi militernya terhadap kelompok bersenjata Palestina di wilayah Tepi Barat utara.
Berdasarkan laporan AFP, penembakan terhadap Youssef terjadi pada 23 April 2026 di sebuah jalan kecil di atas jalan utama Kota Nablus.
Saat kejadian, Youssef bersama beberapa temannya diduga melempar batu ke arah konvoi militer Israel yang melintas di bawah jalan tersebut.
Sepasang suami istri yang berada di lokasi mengaku melihat satu jip militer berhenti, lalu disusul kendaraan lain.
“Seorang tentara keluar, lalu dua lainnya ikut turun. Mereka mulai menembaki anak-anak itu,” ujar seorang saksi mata kepada AFP dengan syarat identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Seorang warga sekitar juga sempat merekam situasi setelah penembakan terjadi. Dalam video tersebut terdengar dua kali suara tembakan yang disusul teriakan panik dari warga di sekitar lokasi.
Baca juga: Perang Iran Uji Diplomasi India, Modi Dihadapkan pada Dilema Geopolitik Timur Tengah
Peristiwa ini kembali memicu sorotan internasional terhadap situasi keamanan dan meningkatnya korban sipil, khususnya anak-anak, dalam konflik berkepanjangan di wilayah Palestina.

