Denting.id – Timnas Argentina dikabarkan berpeluang melakukan perubahan formasi dan susunan pemain saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Pelatih Lionel Scaloni disebut tengah menyiapkan strategi berbeda untuk menghadapi The Three Lions yang dinilai sebagai lawan terkuat La Albiceleste sepanjang turnamen.
Dalam sesi latihan terakhir di Kansas City, Scaloni menguji sejumlah skema permainan yang berfokus pada penguasaan bola, transisi setelah kehilangan bola, serta progres serangan.
“Mereka fokus pada latihan penguasaan bola, merebut kembali bola setelah kehilangan, dan progres serangan. Terakhir, mereka memainkan permainan kecil,” demikian laporan resmi AFA yang dikutip Ole.
Meski tidak mengungkap komposisi pemain maupun taktik yang digunakan, latihan tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan perubahan dari formasi 4-4-2 yang selama ini menjadi andalan Argentina di Piala Dunia 2026.
Menurut laporan media Argentina, Ole, Scaloni mempertimbangkan penggunaan formasi 5-3-2 untuk meredam kekuatan Inggris asuhan Thomas Tuchel. Skema itu pernah dipakai saat menghadapi Belanda pada perempat final Piala Dunia 2022, ketika Argentina akhirnya menang 4-3 lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2.
Dalam simulasi latihan, Nahuel Molina mengisi posisi bek sayap kanan sebelum digantikan Giuliano Simeone. Tiga bek tengah ditempati Nicolas Otamendi, Cristian “Cuti” Romero, dan Lisandro Martinez, sementara Nicolas Tagliafico mengawal sisi kiri pertahanan.
Di lini tengah, Scaloni mencoba kombinasi Alexis Mac Allister, Leandro Paredes sebagai gelandang bertahan, dan Enzo Fernandez. Adapun duet lini depan diisi Julian Alvarez dan kapten Lionel Messi.
Perubahan formasi tersebut menjadi pertaruhan besar bagi Scaloni. Pasalnya, Argentina selama turnamen lebih sering tampil dengan skema 4-4-2 atau sesekali beralih ke 4-3-3.
Baca juga: Spanyol Singkirkan Prancis 2-0 dan Lolos ke Final Piala Dunia 2026
Menghadapi Inggris yang tampil impresif sejak fase grup, Scaloni diyakini ingin menghadirkan keseimbangan yang lebih baik antara pertahanan dan serangan demi mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026.

