Los Angeles, denting.id – Drama tingkat tinggi tersaji di SoFi Stadium, Los Angeles. Tim nasional Spanyol sukses melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor ketat 2-1 dalam laga perempat final yang penuh tensi tinggi, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.
Mikel Merino kembali menasbihkan dirinya sebagai pahlawan supersub skuad La Furia Roja. Masuk dari bangku cadangan, gelandang andalan ini menyambar bola muntah hasil tendangan Pau Cubarsí pada menit ke-88 yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper pengganti Belgia, Senne Lammens. Gol telat tersebut memastikan langkah anak asuh Luis de la Fuente melaju ke empat besar untuk menantang Prancis.
Pascapertandingan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji habis-habisan mentalitas anak asuhnya yang pantang menyerah.
“Spanyol adalah tim yang memiliki hati,” tegas Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga di California, Sabtu (11/7/2026).
“Grup ini adalah contoh nyata dari rasa hormat; segala sesuatu di tim ini dibangun dari sana. Kami sangat beruntung memiliki pemain-pemain hebat dan manusia yang jauh lebih baik. Ketika saya melihat ke bangku cadangan, saya merasa sangat tenang.”
Dominasi Awal dan Runtuhnya Rekor Unai Simón
Pertandingan berjalan terbuka sejak peluit pertama dibunyikan. Spanyol yang secara mengejutkan memasang Fabián Ruiz sejak awal menggantikan Pedri langsung mengambil inisiatif serangan. Strategi ini terbukti jitu. Pada menit ke-30, Fabián Ruiz berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan bola liar hasil halauan Thibaut Courtois yang berawal dari tendangan tajam Dani Olmo.
Baca juga: Suthan dan Mutiara Pimpin Kontingen O2SN Jawa Barat ke Tingkat Nasional
Namun, Belgia yang berjuluk The Red Devils tidak tinggal diam. Memasuki menit ke-41, skema serangan balik cepat yang dimotori Kevin De Bruyne berhasil membebaskan Timothy Castagne di sisi pertahanan Spanyol. Umpan silang akurat Castagne langsung disambar dengan sundulan mematikan oleh Charles De Ketelaere yang meluncur deras ke tiang jauh.
Gol dari De Ketelaere ini sekaligus meruntuhkan rekor clean sheet sensasional milik kiper Spanyol, Unai Simón, yang sempat bertahan selama 560 menit di turnamen ini. Catatan Simón tersebut resmi melampaui rekor legendaris Piala Dunia milik Walter Zenga (517 menit) pada edisi Italia 1990.
Petaka Cedera Courtois dan Ulah Jeli Sang Supersub
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan kian sengit. Benturan taktik terus terjadi hingga petaka mendatangi kubu Belgia pada menit ke-71. Kiper utama mereka, Thibaut Courtois, terpaksa ditarik keluar lapangan sambil menangis akibat cedera otot paha serius yang dialaminya. Posisinya kemudian digantikan oleh kiper muda Senne Lammens.
Spanyol yang melihat celah tersebut terus menaikkan intensitas serangan. Puncaknya terjadi dua menit sebelum waktu normal usai, kejelian Mikel Merino memanfaatkan bola rebound memastikan keunggulan 2-1 bagi Spanyol hingga peluit panjang berbunyi.
Menatap Semifinal Kontra Prancis
Kemenangan dramatis ini memperpanjang catatan fantastis Spanyol yang kini mengemas 36 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun di semua kompetisi. Skuad La Roja kini hanya berjarak satu pertandingan lagi untuk menyamai rekor dunia milik Italia (37 laga tak terkalahkan).
Mengenai laga semifinal melawan Prancis mendatang, De la Fuente mengaku sudah sangat siap menghadapi ancaman armada Didier Deschamps.
“Setiap duel itu berbeda dan setiap pertandingan adalah tantangan baru. Kami tahu betul apa yang bisa mereka (Prancis) bawa ke atas lapangan,” tambah De la Fuente menatap laga perebutan tiket final di Dallas pekan depan.

