Lewat Teaching Factory, Siswa SMAKBO Bogor Ciptakan Sabun dan Aromaterapi

Bogor, Denting.id – Siswa Sekolah Menengah Kejuruan – Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMK-SMAK Bogor) yang berlokasi di Jalan Pangeran Sogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, berhasil membuktikan kreativitas dan kemandiriannya.

Melalui program Teaching Factory, para siswa berhasil menciptakan inovasi berupa produk sabun cuci dan minyak aromaterapi (essential oil) yang siap bersaing di pasaran.

​Nabila (19), salah satu siswi kelas 13 SMAKBO, menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari sistem pembelajaran berbasis produksi yang dirancang untuk melatih jiwa wirausaha para siswa. Dari program tersebut, lahir tiga produk unggulan.

​”Di sini kita memproduksi tiga produk. Pertama ada Sengit, yakni sabun cuci tangan yang memiliki tiga varian. Kedua ada Kinclong, produk sabun cuci piring. Ketiga ada Semilir atau SMAKBO Essential Oil yang berupa minyak aromaterapi dan menjadi produk best seller kami,” ujar Nabila saat diwawancarai, Kamis (16/7/2026).

​Sebagai sekolah vokasi dengan masa studi empat tahun, siswa kelas 13 di SMAKBO memang difokuskan pada penyelesaian proyek akhir dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang terjun langsung ke dunia industri.

Hal ini sejalan dengan penciptaan produk-produk tersebut sebagai bentuk praktik nyata sebelum mereka lulus.

​Meski berstatus produk buatan siswa, kualitas dari sabun dan minyak aromaterapi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Nabila menegaskan bahwa seluruh produk yang dihasilkan telah melewati uji kelayakan yang sangat ketat di laboratorium sekolah.

​”Untuk semua produk-produknya, kita sudah QC pass ya. Jadi semuanya sudah dicek langsung kelayakannya oleh tim Quality Control (QC),” jelasnya.

​Saat ini, inovasi para siswa tersebut sudah dipasarkan secara luas dengan sistem produksi berdasarkan pesanan (by order). Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, yakni Rp15.000 untuk minyak aromaterapi Semilir, serta Rp10.000 untuk sabun cuci piring Kinclong dan sabun cuci tangan Sengit.

​Menariknya lagi, kemasan untuk setiap produk tersebut juga didesain dan dibuat langsung secara mandiri.

“Melalui program ini, siswa-siswi memang diajari langsung untuk berwirausaha dan sekaligus meningkatkan standar quality control-nya,” tutup Nabila.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai