Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mendorong perubahan strategi pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperkuat upaya mitigasi dini. Menurutnya, pendekatan pencegahan dinilai lebih efisien dibandingkan mengandalkan anggaran pemulihan ketika kebakaran sudah meluas.
Iwan menilai porsi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang tercantum dalam dokumen APBD seharusnya dapat diefisiensikan apabila sebagian anggaran diarahkan untuk memperkuat mitigasi dan perlindungan hutan sejak awal.
Ia mengatakan, ketergantungan pada skema pencairan BTT ketika api sudah menjalar berpotensi membuat anggaran daerah terserap untuk penanganan dan pemulihan pascabencana yang membutuhkan biaya besar.
Sebagai solusi alternatif, Iwan mengusulkan pembentukan Dana Abadi Lingkungan Jawa Barat. Dana tersebut dapat bersumber dari penyisihan efisiensi alokasi BTT, serta diintegrasikan dengan Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang lingkungan hidup.
Menurut Iwan, dana abadi tersebut dapat menjadi instrumen finansial berkelanjutan untuk membiayai berbagai teknologi dan sistem perlindungan hutan secara permanen, termasuk pengawasan dan pemetaan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap karhutla.
“Saya mengajak para konservator modern membawa metode pengawasan lapangan, para peneliti memetakan risiko iklim, dan para ekonom mengalkulasi kerugian riil ekosistem. Kolaborasi ini penting agar setiap rupiah dari Dana Abadi Lingkungan menghasilkan dampak perlindungan hutan yang terukur,” ujar Iwan, (2/9/2026).
Iwan juga secara khusus mengajak pelaku konservasi modern, peneliti dari perguruan tinggi, hingga ekonom untuk duduk bersama merumuskan formula ideal Dana Abadi Lingkungan Jawa Barat.
Ia menekankan bahwa persoalan karhutla tidak dapat ditangani hanya dengan pendekatan pemadaman dan pemulihan. Diperlukan analisis multidisiplin yang presisi agar kebijakan pencegahan dapat menyasar akar persoalan sekaligus menghasilkan sistem perlindungan hutan yang berkelanjutan.
Baca juga: Iwan Suryawan: Jangan Puas, Ekonomi Warga Masih Moderat
“Penanganan karhutla harus berbasis data, teknologi, kajian ilmiah, serta perhitungan ekonomi lingkungan. Dengan begitu, anggaran yang dikeluarkan pemerintah benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian ekosistem Jawa Barat,” katanya.

