HUT ke-81 KAI, Pengamat Ingatkan Keselamatan Tak Boleh Kalah oleh Modernisasi

Jakarta, Denting.id — PT Kereta Api Indonesia (KAI) genap berusia 81 tahun pada 28 September 2026. Di tengah transformasi layanan dan peningkatan jumlah pengguna, KAI dinilai masih menghadapi pekerjaan rumah penting, terutama dalam memastikan keselamatan perjalanan.

Pengamat perkeretaapian Joni Martinus mengingatkan KAI agar tidak terlena dengan capaian transformasi pelayanan. Menurutnya, kemajuan fasilitas dan teknologi akan kehilangan makna apabila tidak diiringi dengan peningkatan aspek keselamatan.

“Tepat di usianya yang ke-81 tahun, transformasi layanan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam beberapa tahun terakhir berhasil meningkatkan standar pelayanan transportasi publik nasional. Perbaikan layanan yang konsisten menjadikan KAI sebagai salah satu rujukan bagi berbagai sektor layanan transportasi publik di Indonesia,” ujar Joni.

KAI kini menjadi salah satu tulang punggung mobilitas nasional. Kereta api tidak hanya menghubungkan kota, tetapi juga menopang mobilitas harian masyarakat, perjalanan jarak jauh, konektivitas antardaerah hingga distribusi barang.

Data KAI mencatat KAI Group melayani 351.602.397 pelanggan sepanjang Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 328.311.868 pelanggan.

Di sektor logistik, KAI mengangkut 32.498.043 ton barang sepanjang semester I 2026. Angka tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Menurut Joni, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya ketergantungan masyarakat dan industri terhadap layanan kereta api. Karena itu, standar keselamatan juga harus ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan layanan.

“KAI secara konsisten juga terus mengembangkan dan meningkatkan integrasi transportasi, fasilitas stasiun, peremajaan sarana kereta dan lokomotif, peningkatan inovasi digitalisasi pada sistem tiket, serta menjadi ruh bagi pengembangan konsep perencanaan perkotaan yang memadukan tata ruang kota dengan moda transportasi umum (TOD) serta pengelolaan kawasan pendukung perkeretaapian,” katanya.

Transformasi layanan KAI terlihat dari semakin beragamnya fasilitas yang tersedia bagi penumpang. Mulai dari musala, water station, face recognition, area bermain anak, sistem ticketing digital, pilihan makanan hingga fasilitas toilet.

KAI juga menghadirkan berbagai generasi kereta baru, seperti sleeper train, kereta panoramic, suite class compartment, The Nusantara Explorer hingga kereta ekonomi new generation.

Namun, Joni mengingatkan modernisasi tidak boleh hanya berfokus pada hal-hal yang terlihat oleh penumpang. Menurut dia, aspek keselamatan justru menjadi fondasi utama perjalanan kereta api.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih banyaknya perlintasan sebidang yang tidak dijaga. Joni menyebut terdapat sekitar 1.810 perlintasan sebidang tidak dijaga yang membutuhkan penanganan serius.

Persoalan tersebut, kata dia, tidak dapat dibebankan kepada KAI saja, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, kepolisian dan pemangku kepentingan lainnya.

Data KAI mencatat sebanyak 134 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang hingga semester I 2026. Sebagian besar kecelakaan tersebut berkaitan dengan perilaku pengguna jalan yang menerobos perlintasan.

“Di usia yang ke-81 tahun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh KAI, terutama pada sektor keselamatan,” tegas Joni.

“Jangan lupakan faktor keselamatan,” lanjutnya.

Joni juga menyinggung kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 yang disebutnya sebagai catatan kelam bagi KAI. Ia mengatakan kecelakaan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca juga: Menteri Imipas Cek Rumah yang Jadi Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

“Masih segar dalam ingatan peristiwa tragis kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, di mana KA Argo Bromo Anggrek menabrak dari belakang Commuter Line (KRL) yang menelan korban 15 orang meninggal

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai