Dua PSEL di Bogor Mampu Olah 3.000 Ton Sampah per Hari

Bogor, Denting.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mematangkan proyek strategis Waste to Energy Plant atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Dua fasilitas PSEL yang disiapkan diproyeksikan mampu menampung dan mengolah total hingga 3.000 ton sampah per hari.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa kapasitas raksasa tersebut terbagi di dua titik lokasi, yakni PSEL Bogor Raya I di Galuga dan PSEL Bogor Raya II di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

Masing-masing fasilitas didesain memiliki daya olah sebesar 1.500 ton sampah harian.

“Sebenarnya kalau untuk kebutuhan Kota Bogor sendiri sudah lebih dari cukup. Karena kita punya dua lokasi dengan kapasitas masing-masing 1.500 ton, jadi totalnya 3.000 ton. Sesuai dengan konsep PSEL aglomerasi, kita membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah tetangga seperti Kabupaten Bogor, Kota Depok, hingga sebagian wilayah DKI Jakarta,” ujar Dedie Rachim usai meninjau lokasi PSEL Kayumanis.

Persiapan Akses Jalan dan Groundbreaking

Khusus untuk PSEL Bogor Raya II di Kayumanis, Pemkot Bogor saat ini tengah mengebut penataan infrastruktur dasar di atas lahan seluas 12 hektare.

Pengerjaan fisik meliputi pembukaan dan pematangan lahan (land clearing), pembangunan tebing penahan tanah (TPT), serta cut and fill untuk menyesuaikan kontur elevasi tanah.

Selain itu, Pemkot juga memperlebar jalan akses menuju lokasi proyek dari yang semula berukuran 4–5,5 meter menjadi 8 meter.

Pelebaran ini krusial untuk memastikan kelancaran manuver kendaraan operasional dan truk pengangkut sampah saat berpapasan (crossing). Jika seluruh tahapan persiapan berjalan lancar, peletakan batu pertama (groundbreaking) PSEL Kayumanis ditargetkan terealisasi pada Desember 2026.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai