Denting.id – Vinicius Junior mempertanyakan sanksi larangan bermain selama empat pertandingan yang dijatuhkan kepadanya setelah menerima kartu merah dalam laga Real Madrid melawan Villarreal. Winger asal Brasil itu menilai hukuman tersebut berlebihan dan tidak adil.
Insiden itu terjadi saat Real Madrid menghadapi Villarreal pada akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, pelatih Jose Mourinho memutuskan memasukkan Vinicius sebagai pemain pengganti.
Vinicius masuk pada menit ke-52 untuk menggantikan Trent Alexander-Arnold. Namun, ia hanya bertahan sekitar 20 menit di lapangan sebelum diusir wasit.
Pemain berusia 26 tahun itu mendapat kartu merah langsung setelah kedapatan menarik rambut bek Villarreal, Nathan Saliba. Keputusan tersebut kemudian menjadi sorotan, terutama setelah komisi disiplin La Liga menjatuhkan hukuman larangan bermain selama empat pertandingan.
Real Madrid sempat mengajukan banding atas kartu merah tersebut. Namun, upaya klub untuk membatalkan sanksi itu tidak membuahkan hasil.
Dalam wawancara baru-baru ini, Vinicius secara terbuka mengungkapkan keberatannya terhadap hukuman yang diterima.
“Saya tidak ingat ada pemain yang pernah dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat pertandingan karena menarik rambut lawan,” ujar Vinicius.
Ia juga menilai perlakuan terhadap dirinya kerap berbeda dibandingkan pemain lain.
“Namun, kalau itu terjadi kepada Vini, semuanya menjadi mudah. Klub-klub lain maupun media akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar,” lanjutnya.
Selain mempersoalkan durasi hukuman, Vinicius juga menyoroti perlakuan wasit ketika dirinya menghadapi tekanan dari pemain bertahan lawan.
Menurutnya, ia kerap menerima pelanggaran saat berusaha melewati lawan, tetapi justru dirinya yang mendapatkan kartu dari wasit.
“Saya merasa para bek bisa terus menendang saya, tetapi justru saya yang mendapatkan kartu kuning,” katanya.
Vinicius turut meminta agar wasit memberikan perlindungan lebih kepada pemain yang memiliki peran penting dalam menciptakan peluang dan menentukan hasil pertandingan.
“Menurut saya, kita perlu melindungi para pemain yang bisa membuat perbedaan di lapangan, seperti saya, Lamine Yamal, dan Julian Alvarez,” tuturnya.
Absennya Vinicius selama empat pertandingan La Liga menjadi tantangan tersendiri bagi Real Madrid. Hukuman tersebut berpotensi memengaruhi kekuatan lini serang Los Blancos, terutama ketika menghadapi pertandingan penting dalam persaingan liga.
Salah satu laga yang menjadi perhatian adalah duel melawan Barcelona. Kehilangan Vinicius dapat mengurangi pilihan di sektor sayap, mengingat kontribusinya dalam membangun serangan dan menciptakan peluang.
Baca juga: Bayern Munchen Siapkan Rp1,7 Triliun untuk Rekrut Dani Olmo dari Barcelona
Real Madrid masih memiliki sejumlah pemain yang bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Vinicius. Yan Diomande disebut sebagai salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan setelah menunjukkan performa menjanjikan.
Meski demikian, Real Madrid tetap harus mencari cara untuk menjaga ketajaman lini depan selama Vinicius menjalani hukuman. Sementara itu, keberatan sang pemain terhadap sanksi empat pertandingan menambah sorotan terhadap keputusan disiplin La Liga tersebut.
Editor: Linna Susanti

