Wakil Wali Kota Bogor Minta Warga Viralkan Pengamen yang Meresahkan

 

BOGOR, Denting.id – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meminta masyarakat melaporkan pengamen yang meresahkan atau diduga memaksa penumpang memberikan uang. Warga juga dipersilakan merekam kejadian dan mengunggahnya ke media sosial sebagai bentuk partisipasi dalam membantu pemerintah melakukan evaluasi.

Imbauan tersebut disampaikan Jenal menyusul viralnya video seorang pengamen yang diduga memaksa penumpang angkutan kota (angkot) di Kota Bogor untuk memberikan uang.

“Dan masyarakat tentu boleh berpartisipasi ketika ragu dan resah, apalagi merasa terancam, videokan dan kirim ke media sosial masing-masing atau ke kepolisian, ke Satpol PP,” kata Jenal di Balai Kota Bogor, Senin (19/10/2026).

Menurut Jenal, rekaman dan laporan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menangani persoalan pengamen yang dinilai mengganggu kenyamanan penumpang.

Ia menegaskan, laporan warga perlu menjadi perhatian agar pemerintah dapat menindaklanjuti kejadian berdasarkan fakta di lapangan.

Jenal menyayangkan masih adanya pengamen yang diduga meminta uang dengan cara memaksa. Menurutnya, perilaku tersebut tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga berpotensi merusak citra Kota Bogor di mata wisatawan.

“Sangat disayangkanlah kejadian itu terjadi. Ini membuat resah tidak hanya warga lokal, tapi wisatawan yang berniat berkunjung ke Bogor. Kalau potretnya seperti ini, pasti enggak baik buat kita,” ujarnya.

Pengamen Diduga Memaksa Penumpang Angkot

Sebelumnya, video seorang pengamen berinisial A yang diduga meminta uang secara paksa kepada penumpang angkot 03 di Kota Bogor viral di media sosial pada Minggu (18/10/2026).

Dalam video tersebut, pengamen terlihat membagikan amplop kepada penumpang. Setelah selesai mengamen, ia diduga meminta kembali amplop tersebut sambil menagih uang kepada penumpang satu per satu.

Salah seorang penumpang, Zahra (22), mengatakan pengamen itu naik ke angkot di sekitar Mal BTM ketika kendaraan dipenuhi penumpang.

Menurut Zahra, pengamen mulai mengambil kembali amplop yang telah dibagikan setelah angkot melewati Apotek Kimia Farma. Ia kemudian menghampiri para penumpang, termasuk seorang perempuan lanjut usia yang duduk di bagian pojok.

Zahra menuturkan, pengamen tetap menyodorkan amplop meskipun penumpang tersebut telah menyatakan tidak memiliki uang.

Pengamen itu juga diduga meminta uang kembalian dari seorang penumpang lanjut usia yang membayar ongkos angkot sebesar Rp5.000. Namun, sopir menyatakan pembayaran tersebut sudah sesuai sehingga tidak ada uang kembalian.

Polisi Amankan Pengamen

Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Imam Dwi, membenarkan bahwa pengamen berinisial A telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut Imam, terlapor bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya. Ia mengaku uang hasil mengamen digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Kasus tersebut menjadi perhatian setelah rekaman aksinya beredar luas dan memicu keresahan masyarakat.

Pemkot Bogor mengharapkan masyarakat berani melaporkan tindakan yang dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan publik. Laporan dapat disampaikan kepada kepolisian maupun Satpol PP agar ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai