Empat Tahun Pascabucha, Perang Ukraina Dinilai Masuki Fase “Perang Dunia Baru”

Jakarta, Denting.id – Empat tahun setelah mundurnya pasukan Rusia dari Bucha yang menyisakan jejak kekerasan dan mengguncang dunia, konflik di Ukraina hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Perang yang telah berlangsung sejak 2022 itu justru dinilai memasuki fase yang lebih kompleks dan berbahaya.

Sejumlah pandangan dari berbagai tokoh di Rusia, Jerman, dan Ukraina mencerminkan perbedaan tajam dalam melihat arah konflik. Namun, jika disatukan, perspektif tersebut menggambarkan situasi global yang semakin tegang, bahkan disebut sebagai konflik paling berisiko sejak Perang Dingin.

Di Moskow, Sergey Karaganov, profesor sekaligus ketua kehormatan Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Rusia, menyebut konflik saat ini sebagai bagian dari “perang dunia baru”. Dalam analisanya, ia menilai perang di Ukraina bukan sekadar konflik regional, melainkan lanjutan dari pertarungan panjang antara Rusia dan sistem Barat.

Karaganov menelusuri akar konflik hingga tahun 1917, saat Revolusi Rusia 1917 melahirkan Uni Soviet dan memicu ketegangan ideologis dengan dunia kapitalis. Menurutnya, gelombang pembebasan nasional dan perebutan sumber daya global menjadi bagian dari dinamika besar yang terus berlanjut hingga kini.

Sementara itu, di Berlin, kalangan akademisi mulai mempertanyakan kesiapan Jerman dalam menghadapi konsekuensi dari meningkatnya ambisi militer mereka. Perubahan sikap ini dinilai sebagai respons terhadap ancaman keamanan di Eropa yang semakin nyata sejak pecahnya perang.

Di sisi lain, dari Kyiv, seorang jurnalis senior Ukraina menegaskan bahwa tuntutan Rusia dalam berbagai perundingan tidak jauh berbeda dari permintaan penyerahan diri. Pandangan ini mencerminkan sikap keras Ukraina yang menolak kompromi atas kedaulatan negaranya.

Beragam sudut pandang ini menunjukkan bahwa konflik di Ukraina telah berkembang melampaui batas wilayah, menjadi isu global yang melibatkan kepentingan geopolitik, ideologi, dan keamanan internasional.

Baca juga: Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Selat Hormuz, Washington Bantah Keras

Dengan situasi yang terus memanas dan belum adanya solusi diplomatik yang jelas, perang ini dikhawatirkan akan terus berlarut-larut dan membawa dampak luas bagi stabilitas dunia.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai