Denting.id – Arsenal akhirnya mengakhiri penantian panjang selama dua dekade untuk kembali ke final Liga Champions UEFA. Kepastian itu diraih setelah The Gunners menundukkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB, sekaligus memastikan agregat 2-1.
Gol tunggal kemenangan Arsenal dicetak oleh Bukayo Saka menjelang akhir babak pertama, memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Leandro Trossard.
Kemenangan ini membawa Arsenal melaju ke partai puncak yang akan digelar di Budapest. Di final, mereka akan menghadapi pemenang antara Bayern Munchen atau Paris Saint-Germain.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku bangga dengan pencapaian timnya dan memuji atmosfer luar biasa yang diciptakan para pendukung sejak sebelum pertandingan dimulai.
“Ini adalah malam yang luar biasa, kami kembali menciptakan sejarah bersama,” ujar Arteta. “Saya tidak bisa lebih bahagia dan bangga untuk semua orang di klub ini. Cara kami disambut di luar stadion sangat spesial dan unik.”
Arteta menilai dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi tim sepanjang laga. “Atmosfernya, dukungan yang kami dapatkan menciptakan energi. Cara mereka mendukung kami di setiap momen membuatnya sangat spesial. Saya belum pernah merasakan hal seperti ini di stadion,” lanjutnya.
Selain faktor dukungan fans, Arteta juga menyoroti keputusan penting dalam pemilihan susunan pemain. Ia mempertahankan lineup yang sama seperti saat menghadapi Fulham, termasuk memainkan Myles Lewis-Skelly di lini tengah, serta menempatkan Ben White di posisi bek kanan dan Viktor Gyokeres sebagai ujung tombak.
“Jika Anda melihat iPad saya, ada begitu banyak susunan pemain yang saya coba. Itu adalah firasat saya pada akhirnya,” kata Arteta. “Saya punya perasaan yang sangat baik dari apa yang saya lihat beberapa hari lalu melawan Fulham.”
Ia mengakui keputusan tersebut tidak mudah karena harus mencadangkan beberapa pemain penting. Namun, hasil akhir membuktikan strategi yang dipilih berjalan efektif.
Arteta juga menegaskan bahwa membangun koneksi antara pemain dan suporter merupakan target jangka panjang yang kini mulai terwujud.
“Target itu sekarang sudah tercapai, tapi kami harus mempertahankannya,” ujarnya. “Sekarang kami berada di level di mana klub besar harus selalu bersaing untuk trofi terbesar. Itu wajib, dan sekarang kami harus menjaganya.”
Baca juga: AC Milan Tumbang 0-2 dari Sassuolo, Rossoneri Bermain dengan 10 Orang
Dengan momentum yang ada, Arsenal kini tidak hanya membidik gelar Liga Champions, tetapi juga berambisi menjadikan musim ini sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub.

