AS Gempur Iran, Teheran Balas Serang Pangkalan Militer Amerika dan Ancam Tembak Kapal di Selat Hormuz

Jakarta, Denting.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru ke sejumlah wilayah Iran. Operasi militer tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghantam Teheran dengan kekuatan penuh apabila upaya perdamaian gagal tercapai.

Eskalasi terbaru ini sekaligus mengakhiri gencatan senjata rapuh yang sebelumnya sempat disepakati kedua negara pada awal April lalu. Komando militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa operasi udara telah dimulai sejak tengah malam waktu Teheran.

“Serangan ini merupakan respons terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut,” demikian pernyataan Komando Pusat AS melalui akun media sosial X, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/6/2026).

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan bahwa langkah militer tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Washington dalam proses perundingan dengan Iran.

Menurut Hegseth, tekanan militer berjalan seiring dengan upaya diplomatik yang masih dilakukan pemerintah AS.

“Kami akan memukul mereka dengan keras malam ini, dan mudah-mudahan Iran membuat keputusan yang baik,” kata Hegseth saat mengunjungi Komando Pusat AS di Florida.

“Jika kita perlu bernegosiasi dengan bom, kita akan bernegosiasi dengan bom,” lanjutnya.

Gelombang ledakan dilaporkan mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, Sirik, Kangan, dan Minab. Serangan tersebut disebut sebagai balasan langsung Amerika Serikat setelah sebuah helikopter tempur mereka ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Di tengah meningkatnya konflik, komando militer gabungan Iran mengeluarkan ancaman akan menembak setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Otoritas Teheran juga menuduh Amerika Serikat dan sekutunya telah merusak infrastruktur sipil yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

“Ini bukan dampak tidak langsung — ini adalah kejahatan perang yang diperhitungkan dan pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghei.

Baca juga: AS Bantu Cegat Rudal Iran, Trump Desak Netanyahu Tunda Serangan Balasan

Meningkatnya konfrontasi antara Washington dan Teheran menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah serta berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi global yang melintasi Selat Hormuz.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai