Bogor, Denting.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, Namanya Diseret Kasus MBG, Bima Arya Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, akhirnya angkat bicara setelah namanya masuk dalam daftar pusaran kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.
Mantan Wali Kota Bogor ini membantah keras tudingan miring tersebut dan menegaskan bahwa segala langkah yang diambilnya murni merupakan bagian dari penugasan negara untuk menyelesaikan hambatan operasional di lapangan, bukan demi kepentingan personal ataupun bisnis.
Bima Arya menjelaskan bahwa keterlibatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mengawal jalannya program nasional tersebut memiliki landasan hukum yang kuat dan diatur langsung oleh regulasi pusat.
”Dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG, diatur beberapa tugas dari Kemendagri. Salah satunya adalah fasilitasi penyelesaian kendala dan hambatan dalam penyelenggaraan MBG bersama pemerintah daerah dan BGN,” kata Bima Arya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Sebagai Wamendagri, Bima menyebut aktivitas koordinasi yang dilakukannya dengan berbagai pihak semata-mata demi kelancaran program di tingkat daerah. Dirinya bergerak cepat ketika muncul hambatan operasional di wilayah, termasuk menindaklanjuti masukan dari asosiasi pengusaha.
”Saya berkoordinasi dengan pimpinan BGN dan kepala daerah untuk menyelesaikan persoalan lapangan. Termasuk masalah di titik terpencil yang juga jadi tugas Kemendagri. Ada juga laporan dari teman-teman Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang ditindaklanjuti,” tuturnya.
Merespons isu liar yang beredar di jagat publik, mantan Wali Kota Bogor ini menepis tuduhan bahwa dirinya ikut bermain dalam proyek pengadaan atau memiliki hak pengelolaan dapur umum untuk program MBG. Ia menegaskan hubungannya dengan pimpinan BGN bersifat profesional dan hanya terjalin dalam forum kedinasan resmi.
”Tidak ada kepentingan pribadi, apalagi sampai memiliki dapur. Saya hanya bertemu dan berkoordinasi dengan pimpinan BGN di rapat koordinasi resmi dan tidak pernah bertemu selain rapat koordinasi resmi,” tegasnya.
Saat disinggung mengenai motif di balik terseretnya nama dirinya, Bima Arya justru mempertanyakan validitas data dan daftar nama pejabat yang beredar di media sosial. Pasalnya, isu miring tersebut dinilai bukan bersumber langsung dari pernyataan Sony Sonjaya maupun penasihat hukumnya. Ia memilih bersikap kooperatif dan mendukung penuh pengungkapan perkara di jalur hukum.
”Tidak jelas juga dari mana sumber-sumber nama itu. Itu infonya enggak jelas kan dari mana? Bukan Sony yang bilang, bukan juga dari pengacara. Kita ikuti saja proses hukum dari persoalan itu agar semua jadi terang benderang,” pungkasnya.

