Jakarta, Denting.id – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan ultimatum kepada Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dengan mengancam akan mengambil tindakan militer apabila Minsk tidak membongkar sistem radar pertahanan udara di sepanjang perbatasan selatannya dengan Ukraina.
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah sebuah bus yang membawa tim sepak bola anak-anak Belarusia menjadi sasaran serangan drone di wilayah Bryansk, Rusia. Insiden itu menyebabkan enam anak mengalami luka-luka dan menewaskan istri seorang pelatih yang mendampingi rombongan tersebut.
Ketegangan terbaru ini berpotensi memperluas konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022.
Pada awal pekan, Lukashenko menegaskan pihak-pihak yang mencoba menyeret Belarusia ke dalam perang akan membayar mahal. Ia juga meminta penjelasan dari Kyiv terkait serangan terhadap bus dan sejumlah provokasi lainnya.
Namun, Kyiv membantah terlibat dalam serangan tersebut. Sebaliknya, Zelensky meminta Lukashenko menunjukkan niat damai dengan mencabut sistem pertahanan udara dan pemancar relay di sepanjang perbatasan Belarusia-Ukraina.
“Saya pikir satu minggu akan cukup baginya untuk menyelesaikan ini. Jika dia tidak melakukannya, kami akan melakukannya,” ujar Zelensky dalam konferensi pers yang dikutip Russia Today, Sabtu (20/6/2026).
Selain itu, Zelensky juga menyinggung sektor pengolahan minyak Belarusia yang disebutnya sebagai salah satu pemasok utama produk minyak Rusia. Ia mengisyaratkan bahwa sektor tersebut dapat menjadi sasaran tekanan lebih lanjut.
Belarusia yang merupakan sekutu dekat Rusia sejauh ini berupaya menjaga jarak dari konflik secara langsung. Minsk berulang kali menyerukan dialog antara Moskow dan Kyiv serta menyatakan kesediaannya mendukung penyelesaian diplomatik.
Pada September 2025, Lukashenko bahkan menawarkan pertemuan langsung dengan Zelensky untuk membahas kemungkinan kompromi. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh pemimpin Ukraina itu.
Pada November tahun lalu, Belarusia juga membebaskan 31 warga Ukraina yang ditahan sebagai isyarat niat baik atas permintaan Kyiv dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang turut berupaya menjadi mediator konflik.
Dalam beberapa pekan terakhir, Zelensky meningkatkan peringatannya terhadap ancaman yang disebut berasal dari Belarusia. Bahkan, awal tahun ini komandan Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina mengungkapkan bahwa Kyiv telah mengidentifikasi sekitar 500 target militer dan logistik potensial di wilayah Belarusia.

