Bogor, Denting.id – Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) secara resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Pusat untuk periode masa bakti 2026–2031 sekaligus menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, pada Rabu (01/07/2026). Melalui tema “Sinergi Benih, Daulat Negeri”, asosiasi langsung merumuskan 4 Pilar Program Kerja Utama guna mengakselerasi kemandirian hulu pertanian nasional.
Di bawah nakhoda baru Ayub Darmanto sebagai Ketua Umum dan Dadang Syamsul Munir sebagai Sekretaris Jenderal, ASBENINDO memfokuskan program kerjanya pada advokasi regulasi bersama pemerintah, sertifikasi mandiri melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), adopsi teknologi riset global, hingga skema pendanaan mandiri.
Ketua Umum ASBENINDO, Ir. Ayub Darmanto menjelaskan bahwa hilirisasi riset bersama perguruan tinggi menjadi kunci penting agar industri perbenihan dalam negeri mampu bersaing dengan produk luar negeri, sekaligus menjadi solusi konkret atas berbagai masalah yang dihadapi petani di lapangan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, terutama dalam menjaga swasembada pangan yang saat ini sudah berjalan. Tentunya kita akan berusaha bersama semua anggota insya Allah ada sekitar 32 anggota bagaimana kita menyiapkan benih unggul yang baik dan berkualitas,” ujar Ayub di lokasi acara, Rabu (01/07/2026).
Di tengah fluktuasi harga akibat pengaruh pasar global, Ayub menyebut komitmen menjaga ketersediaan stok benih nasional akan terus berjalan beriringan dengan upaya asosiasi dalam mengusulkan skema subsidi yang proporsional demi melindungi kesejahteraan para petani domestik.
“Kalau untuk benih padi, memang sekarang harganya agak sedikit tinggi karena harga beras konsumsi saat ini juga lumayan cukup tinggi. Oleh karena itu, teman-teman dari asosiasi sedang mengajukan kalau bisa ada peninjauan kembali masalah benih dan subsidi, terutama untuk petani,” lanjutnya.
ASBENINDO menetapkan empat program prioritas. Pertama, memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, termasuk mendorong penyederhanaan sertifikasi benih dan penyesuaian kebijakan harga benih.
Kedua, meningkatkan perlindungan dan kapasitas pelaku usaha perbenihan melalui sertifikasi profesi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta penyediaan data industri.
Program ketiga difokuskan pada penguatan kerja sama internasional, pengembangan riset, dan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat transfer pengetahuan kepada petani.
Sementara program keempat diarahkan untuk memperkuat pendanaan organisasi agar seluruh program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui implementasi 4 Pilar Program Kerja ini, ASBENINDO siap memastikan setiap kebijakan makro pemerintah mampu dieksekusi oleh industri menjadi paket benih berkualitas tinggi yang siap ditanam secara masif.
ASBENINDO yakin semangat “Sinergi Benih, Daulat Negeri” kini melangkah nyata menjadi pilar utama kemandirian pangan bangsa. Sementara itu, Dewan Pembina ASBENINDO sekaligus Ketua Umum MPPI, Dr. E. Herman Khaeron menegaskan bahwa program prioritas pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuntut adanya swasembada total pada seluruh instrumen produksi pertanian, di mana benih bertindak sebagai fondasi utamanya.
Herman menambahkan, target swasembada pangan yang berkelanjutan tersebut dapat dicapai secara masif melalui skema kolaborasi pentahelix yang melibatkan akselerasi dari dunia usaha guna memacu produktivitas nasional melalui metode intensifikasi, ekstensifikasi, maupun diversifikasi pangan.
“Hari ini menjadi momentum penting karena pengurus baru ASBENINDO periode 2026-2031 resmi dikukuhkan, sekaligus menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang menghasilkan butir-butir rekomendasi penting. Nanti saya akan membantu penuh Pak Ayub supaya ASBENINDO ke depan menjadi bagian penting dalam mencapai swasembada pangan nasional,” pungkas Herman.

