Harga Ayam dan Telur di Pasar Jambu Dua Bogor Turun

Bogor, Denting.id– Harga sejumlah komoditas bahan pokok, khususnya daging ayam dan telur, di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, mengalami penurunan pada Jumat (03/07/2026). Penurunan harga ini dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan di tingkat pedagang eceran sebagai imbas dari penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Kondisi ini membuat stok komoditas yang biasanya diserap secara masif oleh dapur-dapur SPPG kini kembali masuk dan menumpuk di pasar tradisional. Berdasarkan data di lapangan, harga daging ayam turun sebesar Rp 5 ribu, dari sebelumnya Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

​Kendati harga beli dari pemasok ikut menurun dan menjaga margin keuntungan tetap stabil, para pedagang daging ayam di dalam pasar kini mengeluhkan ketatnya persaingan dengan pedagang kaki lima. Pedagang di pinggir jalan kerap menawarkan ayam berukuran lebih besar (mencapai lebih dari dua kilogram per ekor) dengan harga yang dipatok jauh lebih murah, yakni mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu per ekor.

​Trend penurunan harga juga terjadi pada komoditas telur dan bumbu dapur. Harga telur ayam yang biasanya bertengger di angka Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram, kini turun menyentuh Rp 24 ribu per kilogram.
​Di sektor sayur-mayur, harga cabai merah keriting anjlok dari Rp 50 ribu menjadi kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Cabai rawit merah turun drastis dari level tertingginya Rp 80 ribu menjadi sekitar Rp 50 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau kecil berada di kisaran Rp 30 ribu–Rp 40 ribu, tomat Rp 13 ribu–Rp 14 ribu, bawang putih stabil di angka Rp 40 ribu, dan bawang merah turun di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram.

​”Kalau MBG sedang berjalan dan menggunakan stok ayam, suplai akan beralih ke sana semua sehingga harga di pasar bisa naik. Tapi sekarang MBG sedang libur, stok ayam melimpah di pasar pengecer sehingga harga menjadi murah. Kami menjual ayam ukuran standar dengan kualitas yang terjamin, biasanya untuk kebutuhan katering atau warung. Tapi karena harga di pinggir jalan lebih murah, omzet pedagang kecil di dalam pasar ikut menurun,” ungkap Asep (35), pedagang ayam di Pasar Jambu Dua.

​”Harga normal biasanya Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram, sekarang Rp 24 ribu. Beberapa bulan lalu bahkan sempat mencapai Rp 31 ribu. Kalau harga Rp 26 ribu, kami ambil untung sekitar Rp 2 ribu. Sekarang harga Rp 24 ribu, selisih untungnya juga tetap sama,” ucap pedagang telur, Muklis (20).
​”Kemungkinan karena tidak ada hari besar seperti Ramadan atau tahun baru sehingga permintaan tidak terlalu banyak,” pungkas pedagang sayuran, Pranky (25).

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai