Perbaikan Jalan Longsor Kebon Pedes Dimulai, Ditargetkan Rampung 150 Hari

Bogor, Denting.id – Arus lalu lintas di kawasan Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kini mulai diberlakukan sistem buka tutup seiring dengan dimulainya tahap awal perbaikan jalan longsor oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat (03/07/2026).

Proyek penanganan infrastruktur darurat yang menelan anggaran hingga Rp5,4 miliar ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kerja guna memulihkan kembali akses mobilitas warga secara normal.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja beserta alat berat jenis ekskavator telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Proses pengerjaan saat ini difokuskan pada tahap persiapan, di mana separuh badan jalan yang runtuh dikeruk hingga ke lapisan paling bawah.

Guna menjaga keselamatan pengguna jalan dan melancarkan manuver alat berat, sisa lajur yang aman telah dipasangi barikade pengaman sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian.

​Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho mengonfirmasi bahwa aktivitas pengerukan tersebut merupakan fase awal sebelum proyek memasuki tahap pembangunan trase jalan baru.

Pihaknya memastikan seluruh kebutuhan teknis dasar di lapangan tengah dipersiapkan secara matang.

​”Tahap persiapan. Pembersihan lahan, pengukuran, dan mobilisasi pekerja serta alat. Secepatnya akan dilaksanakan ke tahap konstruksi,” ujar Andi Nugroho, Jumat (03/07/2026).

​Proyek perbaikan tebing sepanjang 63 meter dengan ketinggian tujuh meter ini resmi dieksekusi setelah penyerahan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada kontraktor pelaksana pada 17 Juni 2026 lalu.

Tahapan konstruksi ke depan akan mencakup pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT), pemasangan bronjong, pembetonan, hingga penataan ulang jalur aliran air. Untuk mempercepat penyelesaian, jadwal pekerjaan fisik rencananya akan dimaksimalkan hingga malam hari.

​Merespons dimulainya pengerjaan tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengimbau masyarakat untuk memaklumi potensi hambatan lalu lintas yang akan terjadi selama beberapa bulan ke depan. Selain menyoroti teknis pengerjaan,

Dedie juga memberikan peringatan keras terkait akar masalah penyebab ambrolnya jalan, yakni kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menyumbat aliran air sungai di area bawah tebing.

​”Segala sesuatu perlu proses. Anggarannya harus dimunculkan dan nilainya cukup besar, sekitar Rp5,4 miliar. Waktunya terbatas dan biayanya juga besar. Mungkin nanti akan ada buka tutup saat alat berat masuk. Tumpukan sampah menghalangi jalur air. Beban pada dinding menjadi besar hingga akhirnya ambrol,” pungkas Dedie.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai