Denting.id – Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, mengakui keunggulan kualitas permainan Prancis setelah timnya harus menyerah 0-2 pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026).
Maroko sebenarnya mampu bertahan dengan baik sepanjang babak pertama. Penampilan gemilang kiper Yassine Bounou, termasuk menggagalkan eksekusi penalti Kylian Mbappe, membuat Singa Atlas mampu menahan gempuran Les Bleus hingga turun minum.
Namun, dua gol yang dicetak Kylian Mbappe pada menit ke-60 dan Ousmane Dembele enam menit berselang memastikan langkah Maroko terhenti di babak delapan besar.
“Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe,” ujar Ouahbi, seperti dikutip dari FIFA.
Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih berusia 48 tahun itu menilai anak asuhnya telah mengerahkan kemampuan terbaik di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi sepanjang turnamen.
Ouahbi mengungkapkan Maroko harus menghadapi tantangan berupa minimnya pilihan pemain di bangku cadangan akibat cedera, absennya sejumlah pemain, serta kelelahan yang menumpuk karena padatnya jadwal pertandingan.
Meski gagal melangkah ke semifinal, ia tetap optimistis masa depan sepak bola Maroko akan semakin menjanjikan apabila perkembangan tim terus dipertahankan.
“Tentu kami ingin menang dan sudah melakukan segalanya, tetapi kami menghadapi lawan yang sangat sulit,” ucapnya.
Ouahbi menegaskan sejak awal Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan target menjadi juara. Namun, ia menerima kekalahan tersebut sebagai bagian dari perjalanan menghadapi salah satu tim favorit di turnamen.
Lebih jauh, ia mengatakan perjuangan Maroko di Piala Dunia tidak hanya membawa nama negara, tetapi juga mewakili harapan jutaan pendukung dari Maroko serta masyarakat Asia dan Afrika yang memberikan dukungan sepanjang turnamen.
“Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan,” tutur Ouahbi.
Baca juga: Belgia Berseteru Lagi dengan FIFA, Kini Protes Lapangan Latihan Jelang Duel Kontra Spanyol
Meski langkah Singa Atlas harus terhenti di babak perempat final, pencapaian mereka kembali menunjukkan bahwa Maroko tetap menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola dunia yang patut diperhitungkan pada turnamen-turnamen mendatang.

