Pilu PMI Asal Sukabumi Meninggal di Arab Saudi Derita Tumor

Sukabumi, denting.id – Kabar duka menyelimuti keluarga Evi Mentari (37), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang dilaporkan meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (11/7/2026). Evi dikabarkan mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat tumor otak yang dideritanya.

Suami almarhumah, Erwin Susman, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan konfirmasi resmi terkait kabar duka tersebut dari pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. “Iya, meninggal dunia, dapat kabar dari KJRI. KJRI hanya menyampaikan dari bagian kematian Rumah Sakit King Fahad secara lisan dikonfirmasi bahwa istri saya telah meninggal dunia,” ujar Erwin dengan nada pilu.

Sebelum meninggal dunia, Evi diketahui telah berjuang melawan penyakit tumor otak selama sekitar 16 hari dalam perawatan di rumah sakit. Namun, di balik musibah penyakit ini, perjalanan Evi di Arab Saudi meninggalkan catatan kelam. Ia sempat terjebak dalam situasi sulit sebagai pekerja migran ilegal setelah melarikan diri dari majikannya.

Erwin menceritakan bahwa selama bekerja di sana, istrinya sempat menghadapi kendala administrasi dan ketenagakerjaan, termasuk tidak dibuatkannya iqamah atau izin tinggal resmi. Selain itu, Evi juga kerap mengalami keterlambatan pembayaran gaji hingga sempat tidak dibayarkan oleh majikannya.

“Saat mau pulang ke Indonesia juga tidak diizinkan. Katanya jangan pulang. Makanya istri akhirnya kabur,” tutur Erwin. Setelah melarikan diri, Evi terpaksa bertahan hidup dengan bekerja serabutan selama hampir dua tahun, sebelum akhirnya fisiknya ambruk akibat penyakit yang dideritanya.

Baca juga: KPK Pilih Koordinasi Kasus Korupsi Batu Bara yang Seret Eks Jampidsus

Kini, pihak keluarga hanya bisa pasrah sembari berharap jenazah Evi dapat segera dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan. Namun, proses administrasi pemulangan jenazah masih terkendala karena berkas dari pihak rumah sakit harus dilimpahkan terlebih dahulu ke kepolisian setempat.

“Jenazah masih di rumah sakit, berkasnya masih belum keluar. Kepengennya bisa dibawa ke Indonesia,” harap Erwin. Sementara itu, sejumlah kejanggalan terkait proses kematian Evi dan permintaan biaya pengurusan jenazah yang mencapai sekitar Rp10 juta juga mulai mengemuka di pihak keluarga, yang kini tengah menanti langkah dari otoritas terkait.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai