Bogor, Denting.id– Pemerintah Kota Bogor terus mengakselerasi pembangunan proyek strategis Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di wilayahnya. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memastikan bahwa pembangunan fasilitas di Bogor Raya 1 dan Bogor Raya 2 menjadi prioritas utama guna mencapai target penyerapan 2.500 ton sampah per hari.
Dalam arahannya usai melantik 15 pejabat baru, Jumat (17/7/2026), Dedie menegaskan bahwa proyek PSEL merupakan solusi jangka panjang yang vital. Mengingat kompleksitas proyek yang melibatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN, ia meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan pengawalan ketat terhadap tata kelola dan manajemen pembangunan.
”Untuk PSEL Bogor Raya 1 dan 2, ini dua proyek yang harus betul-betul dikawal karena ada kaitan dengan pemerintah pusat dan PLN. Dengan total jumlah kurang lebih 2.500 ton sampah per hari yang harus diserap, maka tentu tata kelola dan manajemennya harus baik,” tegas Dedie.
Menanggapi adanya sorotan dari DPRD mengenai penggunaan lahan di Kayu Manis yang sempat diusulkan untuk fasilitas olahraga, Dedie meluruskan bahwa secara tata ruang, lokasi tersebut memang telah ditetapkan sebagai kawasan pengelolaan sampah terpadu. Meskipun demikian, ia memberikan kepastian bahwa Pemkot Bogor tetap berkomitmen untuk mengakomodasi kebutuhan sarana olahraga jika ketersediaan lahan masih mencukupi.
”Dari tata ruang, awalnya memang peruntukannya untuk pengelolaan sampah terpadu. Ada usulan untuk dikaitkan dengan fasilitas olahraga, tetapi saya sudah berkoordinasi. Nanti kalau masih ada lahan, kita akan tambahkan untuk sarana fasilitas pendukung,” jelasnya.
Selain memastikan kesiapan infrastruktur PSEL, Dedie juga mendorong penguatan manajemen aset daerah melalui sistem digital “Si Masda”. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera memonitor aset strategis milik Pemkot Bogor guna mendukung keberlangsungan proyek pengolahan sampah ini. Dedie menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar tata kelola pemerintahan tetap dinamis dan mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan di Kota Bogor.

