Bandung, Denting.id — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mendorong penguatan sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan jaringan sensor Internet of Things (IoT).
Iwan mengusulkan pengadaan sistem peringatan dini cerdas yang dipasang di sejumlah titik rawan karhutla, seperti kawasan Gunung Ciremai, Gunung Manglayang, hingga wilayah Jawa Barat bagian selatan.
Menurutnya, sensor IoT dapat digunakan untuk memantau sejumlah parameter secara real-time, mulai dari kelembaban tanah, suhu udara, hingga tingkat kekeringan vegetasi.
Ketika sistem mendeteksi adanya lonjakan parameter yang berpotensi memicu kebakaran, teknologi AI dapat secara otomatis mengirimkan notifikasi berupa koordinat lokasi secara presisi kepada pos komando terdekat.
Dengan demikian, petugas dapat melakukan intervensi sejak dini sebelum api berkembang dan membakar area hutan yang lebih luas.
“Pencegahan terbaik adalah ketika api bahkan belum sempat menyala. Dengan penginderaan sensor cerdas dan analisis data dari para peneliti, kita bisa berintervensi pada skala mikro sebelum vegetasi mengering total,” tutur Iwan, (3/9/2026).
Selain mengandalkan teknologi digital, Iwan juga menawarkan pendekatan pencegahan berbasis keanekaragaman hayati melalui pengayaan vegetasi penahan api atau firebreak ecosystem.
Pohon-pohon dengan kemampuan menyerap air tinggi serta memiliki daun tebal, menurut Iwan, dapat ditanam secara strategis untuk menjadi benteng alami yang memisahkan kawasan hutan inti dengan area aktivitas masyarakat.
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi risiko penyebaran api ketika terjadi kebakaran di sekitar kawasan hutan.
Untuk memperkuat penanganan teknis di lapangan, Iwan turut mengusulkan pembentukan “Pasukan Sabuk Hijau” atau Green Belt Brigade yang melibatkan masyarakat adat dan warga lokal di sekitar lereng gunung.
Pasukan tersebut nantinya diberikan pelatihan khusus terkait pencegahan dan penanganan awal karhutla. Mereka juga diusulkan memperoleh insentif bulanan melalui skema imbal jasa lingkungan yang bersumber dari Dana Abadi Lingkungan.
“Warga lokal harus ditempatkan sebagai garda terdepan pencegahan. Mereka yang paling memahami kondisi wilayah dan perubahan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Iwan mendorong digitalisasi sistem logistik kebencanaan. Salah satu teknologi yang dinilai dapat dimanfaatkan adalah armada drone kargo berkapasitas besar.
Drone tersebut dapat dikerahkan untuk mendistribusikan peralatan pemadam ringan maupun membawa bom air mini menuju titik-titik krisis yang sulit dijangkau kendaraan atau petugas melalui jalur darat.
Baca juga: Iwan Suryawan Tekankan Wakil Rakyat Harus Hadir dan Jadi Pelayan Masyarakat
Menurut Iwan, kombinasi teknologi AI, sensor IoT, penguatan ekosistem alami, pemberdayaan masyarakat, dan digitalisasi logistik harus menjadi satu kesatuan dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang lebih cepat, presisi, dan berkelanjutan di Jawa Barat.

