Dosen IPB Go International, Dua Akademisi Jadi Visiting Professor di China

Bogor, Denting.id – Pendidikan vokasi Indonesia mendapat peluang baru untuk memperluas jejaring akademik hingga China. Tiga dosen Sekolah Vokasi IPB University membawa kepakaran mereka ke forum internasional sekaligus membuka peluang kerja sama pendidikan dan riset dengan Guangdong Polytechnic of Science and Trade (GPST).

Ketiganya tampil dalam International Academic Conference on Smart Agriculture: Technology Empowerment and Integration of Industry and Education di Qingyuan Campus, Guangdong, China, pada 1–3 September 2026. Dalam agenda tersebut, dua dosen memperoleh posisi visiting professor, sedangkan satu dosen mendapat penunjukan di bidang pertanian.

Dua Dosen IPB Jadi Visiting Professor

drh Tetty Barunawati Siagian, MSi dan Dr Henry Kasmanhadi Saputra memperoleh letter of appointment sebagai visiting professor di College of Animal Science and Technology, GPST. Keduanya akan menjalankan peran tersebut untuk periode 2026–2029.

Sementara itu, Dr Undang mendapat penunjukan pada bidang agriculture. Ketiga dosen tersebut juga tampil sebagai sub-forum speakers dan mempresentasikan riset sesuai bidang kepakaran masing-masing.

Penunjukan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi dosen IPB University untuk terlibat dalam kegiatan akademik internasional. Selain itu, posisi tersebut dapat mempertemukan mereka dengan akademisi dan praktisi dari berbagai negara.

Bawa Keahlian Indonesia ke Forum Smart Agriculture

Tetty membawa kajian kedokteran hewan ke forum tersebut. Ia mempresentasikan potensi penggunaan akupunktur pada titik GV 26 dan/atau KI 1 yang dikombinasikan dengan anestesi Ketamine–Xylazine serta pengaruhnya terhadap fungsi kardiovaskular pada anjing.

Berbeda dengan Tetty, Undang mengangkat isu pertanian dan plasma nutfah lokal Indonesia. Ia membahas transformasi plasma nutfah lokal dalam ekosistem smart farming.

Sementara itu, Henry membawa topik akuakultur berkelanjutan. Ia memaparkan teknologi dan rekayasa lingkungan perairan untuk mendukung produktivitas akuakultur.

Dengan demikian, tiga dosen tersebut membawa tiga bidang keahlian sekaligus ke panggung internasional. Kedokteran hewan, pertanian, dan akuakultur menunjukkan luasnya kompetensi pendidikan vokasi IPB University.

Kerja Sama Tidak Berhenti di Konferensi

Kunjungan ke China juga menghasilkan langkah konkret di tingkat kelembagaan. Tiga dosen tersebut mewakili Sekolah Vokasi IPB University dalam penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan GPST.

MoA tersebut membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademik. Misalnya, kedua kampus dapat menjalankan joint research, publikasi bersama, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.

Selain itu, kerja sama tersebut dapat memperkuat pengembangan program pendidikan vokasi internasional. Dengan demikian, hubungan IPB University dan GPST tidak hanya bertumpu pada satu agenda konferensi.

Visiting Professor Buka Peluang bagi Mahasiswa

Posisi visiting professor juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan akademik. Dosen yang terlibat dalam jejaring internasional dapat membawa pengalaman, pengetahuan, dan koneksi baru ke lingkungan kampus.

Karena itu, mahasiswa juga berpotensi memperoleh akses terhadap pengalaman akademik yang lebih beragam. Pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, dan program pendidikan internasional dapat membuka kesempatan baru bagi mereka untuk belajar lintas negara.

Di sisi lain, kerja sama seperti ini juga memberi ruang bagi dosen untuk mengembangkan riset bersama akademisi luar negeri. Hasilnya, kolaborasi dapat memperluas jejaring sekaligus meningkatkan peluang publikasi internasional.

Dari China, Pendidikan Vokasi Makin Mendunia

Pengakuan yang diterima tiga dosen tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki ruang besar dalam jejaring akademik global. Bidang yang mereka bawa juga berkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan, mulai dari kesehatan hewan, pertanian, hingga akuakultur.

Selain itu, konferensi tersebut mempertemukan pendidikan dengan perkembangan teknologi smart agriculture. Pendekatan ini semakin penting karena sektor pertanian membutuhkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menghadapi perubahan lingkungan dan kebutuhan pangan.

Karena itu, kerja sama IPB University dengan GPST dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi pendidikan vokasi lintas negara. Bukan hanya dosen yang mendapat peluang, mahasiswa dan peneliti juga dapat ikut merasakan manfaatnya.

Bukan Sekadar Gelar, tetapi Jejaring

Penunjukan sebagai visiting professor memang menjadi pengakuan atas kepakaran dosen. Namun, peluang terbesar justru muncul dari jejaring akademik yang dapat berkembang setelah penunjukan tersebut.

Melalui kerja sama dengan GPST, IPB University memiliki ruang untuk memperkuat riset, pendidikan, publikasi, dan pertukaran akademik. Pada saat yang sama, hubungan tersebut dapat memperkenalkan kepakaran Indonesia kepada mitra internasional.

Ke depan, kolaborasi lintas negara dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat pendidikan vokasi Indonesia. Dari China, tiga dosen Sekolah Vokasi IPB University menunjukkan bahwa kepakaran lokal juga mampu mengambil peran dalam percakapan akademik global.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai