Kantor Baznas Depok Dibobol, Polisi Telusuri Pelaku Lewat CCTV dan Sidik Jari

 

DEPOK, Denting.id – Polisi menyelidiki kasus pembobolan Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok yang berada di Perumahan Depok Mulya 1, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan mengatakan, polisi telah melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (24/9/2026) siang.

Dalam pemeriksaan tersebut, polisi mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, mengambil sidik jari, meminta keterangan saksi, mendata korban, serta melakukan pengecekan di lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.

“Sekira pukul 10.45 WIB dipimpin oleh Iptu Waras Sektiyawan selaku Kanit Reskrim Polsek Beji dan unit fungsi Polsek Beji lainnya datang ke TKP dan menindaklanjuti laporan tersebut dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Kamis.

Pintu Depan Rusak

Kasus tersebut diketahui setelah seorang pegawai Baznas tiba di kantor sekitar pukul 09.00 WIB. Saat datang, pegawai tersebut mendapati pintu bagian depan dalam keadaan terbuka.

Selain itu, selot pintu bagian atas juga ditemukan dalam kondisi rusak. Pegawai tersebut kemudian memeriksa bagian dalam kantor dan mendapati sejumlah barang telah hilang.

Barang yang dilaporkan hilang antara lain tiga unit ponsel dan tiga laptop.

“Saksi langsung melaporkan ke Polsek Beji,” kata Hendra.

Petugas yang tiba di lokasi kemudian melakukan pendataan terhadap korban dan saksi, meminta keterangan, serta membuat laporan polisi (LP).

Tablet dan Hard Disk Ikut Hilang

Ketua Baznas Kota Depok Endang Ahmad Yani sebelumnya menyebutkan, pencurian tersebut juga menyebabkan satu tablet dan satu hard disk eksternal ikut hilang.

Menurut Endang, sejumlah perangkat yang dicuri menyimpan data penting Baznas, termasuk data calon donatur, donatur, serta mustahik atau orang yang berhak menerima zakat.

“Yang pusing ini, laptop ini adalah bidang pengumpulan dan bidang program,” ujar Endang saat ditemui di lokasi.

Hilangnya perangkat tersebut membuat petugas harus kembali membuka berkas-berkas yang tersedia dan melakukan input data secara manual.

“Nah, itu yang harus akhirnya mau tidak mau, ini tim program buka lagi berkas, gitu kan? Akhirnya input lagi secara manual,” katanya.

Endang memperkirakan total kerugian akibat pencurian tersebut berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp60 juta.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku berdasarkan barang bukti dan keterangan yang telah dikumpulkan dari lokasi kejadian.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai