BANDUNG, Denting.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung menyiagakan puluhan fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) dan ribuan tempat tidur perawatan untuk mengantisipasi potensi peningkatan pasien akibat penyakit respirasi, termasuk Influenza-Like Illness (ILI).
Langkah tersebut dilakukan seiring adanya peningkatan kasus ILI dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Bandung dalam dua pekan terakhir September 2026 berdasarkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Hanhan Siti Hasanah mengatakan pihaknya terus melakukan surveilans terhadap sejumlah penyakit respirasi, termasuk ILI, ISPA, dan penyakit lain yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Surveilans sudah dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Bandung dengan mengamati ILI, ISPA, maupun penyakit potensial KLB lainnya. Tes acak tidak dilakukan karena bukan fasilitas kesehatan sentinel untuk ILI,” kata Hanhan saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan data SKDR, kasus ILI di faskes Kabupaten Bandung mengalami peningkatan sebesar 53,3 persen dalam dua pekan terakhir September. Sementara itu, kasus ISPA juga meningkat sebesar 36,38 persen.
“Kasus ISPA dan ILI di faskes Kabupaten Bandung berdasarkan data SKDR mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir bulan September. Peningkatan untuk kasus ILI sebesar 53,3 persen, sedangkan kasus ISPA dalam dua pekan terakhir juga naik sebesar 36,38 persen,” paparnya.
Siapkan 2.601 Tempat Tidur
Mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien, Dinkes Kabupaten Bandung memastikan kesiapan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Hanhan menyebut masyarakat Kabupaten Bandung dapat memanfaatkan 62 puskesmas dan 18 rumah sakit yang tersebar di wilayah tersebut. Total kapasitas tempat tidur yang tersedia mencapai 2.601 bed.
“Untuk masyarakat Kabupaten Bandung jika mengalami gejala dapat memanfaatkan 62 puskesmas dan 18 rumah sakit dengan jumlah bed sebanyak 2.601. Selain itu dari sisi logistik kesehatan, dinas kesehatan juga telah menyiapkan untuk pengobatan suportif,” tegas Hanhan.
Dinkes juga memastikan setiap fasilitas kesehatan telah memiliki prosedur pemilahan pasien atau triase, khususnya ketika terjadi peningkatan kunjungan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Dalam penanganan kasus yang meningkat di IGD, triase tetap dilaksanakan. Sehingga kasus-kasus yang ringan dapat dilakukan rawat jalan,” tutur Hanhan.
Perkuat Pencegahan
Hanhan menjelaskan, penanganan kasus yang mengarah pada infeksi influenza saat ini lebih difokuskan pada upaya pencegahan penularan dan peningkatan pemahaman masyarakat.
Langkah yang ditekankan antara lain mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker, serta meningkatkan imunitas tubuh.
“Karakteristik penyakit influenza ini bersifat self-limiting disease, artinya dapat sembuh dengan sendirinya sehingga upaya peningkatan imunitas individu menjadi materi utama dalam edukasi,” jelasnya.
Terkait adanya kasus yang mengarah pada kondisi yang disebut super flu, Hanhan membenarkan terdapat pasien dengan gejala ILI yang mengarah pada kondisi tersebut. Namun, tidak seluruh pasien dengan gejala ILI menjalani pemeriksaan laboratorium khusus.
“Ada (yang terkonfirmasi), tetapi tidak semua kasus ILI dilakukan pemeriksaan penunjang, sehingga lebih ditekankan pada upaya pencegahan agar kasus ILI tidak meningkat,” ucapnya.
Warga Diminta Tidak Panik
Hanhan mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan langkah-langkah pencegahan penyakit respirasi.
Warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker, serta membatasi aktivitas dan tetap berada di rumah apabila mengalami gejala flu.
Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang memburuk.
Sementara itu, Bupati Bandung menegaskan pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah meluasnya penularan penyakit influenza, termasuk Influenza A.
“Pada prinsipnya kami selalu antisipasi sehingga tidak terjadi penularan secara hebat,” ujar Bupati Bandung.
