Pramono Anung Sesalkan Tawuran Manggarai Kembali Terulang

 

JAKARTA, Denting.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan aksi tawuran antarkelompok pemuda yang kembali terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, hingga berujung pada pembakaran warung. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membangun fasilitas publik untuk kegiatan olahraga sesuai permintaan warga setempat.

Pramono mengatakan, tawuran yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) dipicu aksi saling provokasi antara dua kelompok pemuda. Situasi kemudian memanas hingga terjadi bentrokan yang disertai pembakaran petasan.

“Yang pertama untuk tawuran, kebetulan begitu tawuran terjadi memang ini saling memprovokasi dua kelompok pemuda, kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya, sehingga kemudian terjadi tawuran,” kata Pramono di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

Ia mengaku menyayangkan kejadian tersebut karena fasilitas olahraga yang sebelumnya diminta warga telah dibangun melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

“Padahal di tempat itu, sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga, dan sudah kita lakukan itu dari CSR yang ada,” ujarnya.

Enam Orang Ditangkap

Pramono mengatakan, aparat kepolisian, TNI, dan Wali Kota Jakarta Selatan langsung turun ke lokasi untuk menangani tawuran tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna merespons kejadian itu.

Hingga Minggu malam, enam orang telah ditangkap karena diduga memprovokasi dan melakukan aksi tawuran secara berlebihan.

“Sampai dengan tadi malam, ada enam orang yang kemudian ditangkap karena dianggap memprovokasi dan melakukan tindakan tawuran yang berlebihan,” kata Pramono.

Posko Bersama Disiapkan

Sebagai langkah pencegahan, Pemprov DKI Jakarta bersama TNI, kepolisian, dan para pemuda setempat sepakat membentuk posko bersama di kawasan Manggarai.

Pramono menyetujui pembentukan posko tersebut dengan harapan dapat mengantisipasi dan menekan potensi tawuran berulang.

“Dan untuk itu kemarin, baik dari kepolisian, dari TNI, dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta, akhirnya bersepakat bersama para pemuda yang ada untuk mendirikan posko bersama,” tuturnya.

Ia berharap keberadaan posko bersama dapat memperkuat koordinasi antara aparat dan masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan pemuda dalam menjaga keamanan lingkungan agar bentrokan serupa tidak kembali terjadi.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai