Susu UHT Diduga Picu Keracunan 103 Siswa SMPN 2 Cisarua, Sampel Diuji di Labkesda

 

BOGOR, Denting.id – Susu UHT merek Diamond Full Cream yang menjadi bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, diduga berkaitan dengan kasus yang menyebabkan 103 siswa mengalami gejala keracunan. Sampel minuman tersebut kini menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi produk dan kemungkinan keterkaitannya dengan kejadian tersebut.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leuwimalang 01 telah menyerahkan sampel susu UHT kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Dugaan tersebut muncul setelah susu kemasan Diamond UHT Full Cream dicurigai mengalami kerusakan, meskipun tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan adalah Maret 2027.

Perwakilan SPPG Leuwimalang 01, Fima, mengatakan sampel minuman telah diserahkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Pihaknya masih menunggu hasil pengujian guna mengetahui kondisi produk tersebut.

“Sampel terkait telah disampaikan untuk pemeriksaan laboratorium di Labkesda, jadi kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui kondisi produk dan kemungkinan keterkaitannya dengan kejadian ini,” ujar Fima kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Fima menegaskan, pihaknya akan bersikap kooperatif dalam proses pemeriksaan sampel makanan dan minuman yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Hasil pengujian laboratorium diharapkan dapat menjawab apakah susu UHT tersebut mengalami kerusakan dan memiliki keterkaitan dengan gejala yang dialami para siswa.

Hingga hasil pemeriksaan keluar, dugaan susu UHT sebagai penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan minuman menjadi langkah penting untuk mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan yang menimpa 103 siswa SMPN 2 Cisarua.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai